Malam Ini Hujan Lebat Guyur Jabodetabek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan mewah BMW, menerobos genangan banjir di jalan Hasanudin, kawasan Blok M, Jakarta, 7 Juli 2014. Hujan deras mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Jakarta terendam banjir. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sebuah kendaraan mewah BMW, menerobos genangan banjir di jalan Hasanudin, kawasan Blok M, Jakarta, 7 Juli 2014. Hujan deras mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Jakarta terendam banjir. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas lebat diperkirakan terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Sabtu malam, 22 November 2014. “Ini hujan dari awan-awan yang tidak massif,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo, kepada Tempo, Sabtu.

    Yunus menjelaskan, karena dari awan yang tidak massif, maka hujan yang turun tidak berlangsung terus menerus. “Hujannya tidak kontinyu dan besok (Ahad, 23 November 2014) diprediksi membaik,” ujarnya. (Baca: Awas Banjir, Desember Puncak Musim Hujan)

    Namun, Yunus tak dapat memastikan apakah hujan lebat malam ini akan membuat wilayah Jakarta terendam banjir. “Itu sangat relatif, karena hujan salah satu sebab saja. Masih banyak sebab lain,” kata dia. (Baca: Korban Banjir Mengeluh Tak Ada Bantuan)

    Kepala BMKG Andi Eka Sakya, mengatakan puncak hujan di Jabodetabek diperkirakan terjadi pada Januari- Februari 2015. "Februari-Maret umumnya sudah mulai berkurang hujannya," kata dia. Dari tren umum lima tahun terakhir, terjadi peningkatan curah hujan. "Tapi waktu atau durasi hujannya berkurang," ujarnya. (Baca: Pintu Air Manggarai Dibangun, Apa Manfaatnya?)

    Menurut Andi, curahan hujan yang jatuh mengalami tiga hal, yakni menguap (sangat sedikit sekali, kecuali suhunya memang cukup panas), diserap oleh permukaan tanah, dan mengalir ke tempat-tempat yang lebih rendah. "Di Jakarta, daya serap permukaam tanahnya sudah sangat rendah atau sekitar 20 persen," kata dia. (Baca: Beda Reaksi Jokowi dan Ahok Hadapi Banjir)

    Artinya, Andi melanjutkan, dalam 100 liter hujan yang tercurah, hanya 20 liter yang terserap. "Sisanya mengalir ke tempat-tempat yang lebih rendah melalui saluran drainase, sungai, dan lainnya," ujarnya. (Baca: Ahok: Banjir Jadi Ajang Cari Keuntungan)

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:
    BBM Naik | Ritual Seks Kemukus | Banjir Jakarta | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Makan Daging Babi, Ini Komentar Kaesang Jokowi
    Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME
    Kaesang Jokowi Mendapat Tepukan Paling Meriah
    Setelah Risma, Ahok dan Ganjar Diusik Prostitusi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.