Ahok: Penyebab Banjir Jakarta Bukan Vila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014.  Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tetap memberikan dana penertiban vila untuk Pemerintah Kabupaten Bogor tahan depan. "Iya, akan kami kasih," ujar Ahok di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu, 22 November 2014.

    Menurut Ahok, penyebab banjir di Jakarta bukan maraknya pembangunan vila di daerah Puncak, Bogor. Tapi, yang utama karena menjamurnya pertanian organik. "Ternyata bukan vila-loh. Itu rumah plastik yang buat strawberry," ucap Ahok.

    Karena itu, mantan Bupati Belitung Timur itu bakal membantu Bogor, tidak hanya untuk menertibkan vila, namun juga membuat sumur resapan. Termasuk membangun waduk di Ciawi. "Kami bantu semuanya," katanya.

    Pemerintah Kabupaten Bogor mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 12,5 miliar dari DKI pada tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk membereskan vila di kawasan Puncak.

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:
    BBM Naik | Ritual Seks Kemukus | Banjir Jakarta | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Makan Daging Babi, Ini Komentar Kaesang Jokowi
    Jokowi Kalahkan Obama di Voting Majalah TIME
    Kaesang Jokowi Mendapat Tepukan Paling Meriah
    Setelah Risma, Ahok dan Ganjar Diusik Prostitusi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.