Bandar Sabu 1,5 Kuintal Fasih Berbahasa Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar. Tempo/Tony Hartawan

    Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Anang Iskandar mengatakan tiga warga negara Cina yang ditangkap di perumahan Pluit Karang Elok, Penjaringan, Jakarta Utara, karena menyelundupkan 1,5 kuintal sabu fasih berbahasa Indonesia.

    Menurut Anang, ketiga warga Cina itu sudah lama tinggal di Indonesia. "Tapi mereka menyewa rumah di Pluit baru tiga pekan," kata Anang di gedung Smesco, Ahad, 23 November 2014. (Baca: Selundupkan Sabu, 3 Warga Cina Garap Modus Baru)

    BNN mencokok dua pria dan satu wanita warga negara Cina pada Sabtu sore, 22 November 2014, karena menyimpan 1,5 kuintal sabu di rumah mereka. Mereka bernama Xiao Jin Zeng (43 tahun), Chen Wei Biao (44), dan Li Lin Fei (32). Mereka menyamarkan sabu tersebut dengan menyimpannya dalam paket makanan kemasan dan mainan anak.

    Anang mengatakan tiga warga Cina itu merupakan sindikat narkoba yang mengirim sabu langsung dari Cina. Mereka, kata Anang, ingin memulai bisnis narkoba di Indonesia. "Mereka melihat Indonesia sebagai pasar bisnis narkoba yang potensial karena besarnya pengguna narkoba," ujarnya.

    Ketiga tersangka itu kini menjalani penyidikan di kantor BNN. Anang mengatakan sabu yang mereka miliki belum sempat diedarkan atau diperjualbelikan. (Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu Lintas Negara)

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Terpopuler
    Ahok 'Tebus Dosa' ke Ridwan Kamil Rp 125 Juta 
    Sarapan Bersama Jokowi, Lee Hsien Loong Berbatik 
    Indonesia Imbangi Vietnam 2-2  

     

    Terpopuler




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.