Bendung Katulampa Normal, Air Ciliwung 30 Sentimeter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menonton ketinggian air di pintu air Katulampa yang ketinggiannya meningkat di 160 cm di Bogor, Jawa Barat (17/1). TEMPO/Subekti.

    Warga menonton ketinggian air di pintu air Katulampa yang ketinggiannya meningkat di 160 cm di Bogor, Jawa Barat (17/1). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor - Saat hujan lebat mengguyur Jakarta, Depok, dan Bekasi, intensitas curah hujan di wilayah Bogor hingga Puncak malah ringan pada pukul 16.00-18.45 WIB. Bendung Katulampa dan air Sungai Ciliwung terpantau setinggi 30 sentimeter. "Menunjukkan posisi normal," kata Kepala Pengawas Bendung Katulampa Bogor Andi Sudirman, Senin malam, 24 November 2014. (Baca: Jakarta Banjir, Cuit #Banjir untuk Respons Cepat)

    Namun, dia mengungkapkan, potensi akan meningkatnya ketinggian air Sungai Ciliwung masih tetap akan terjadi, kendati intensitas hujan ringan yang turun secara merata di wilayah Bogor dan sekitarnya terus mengguyur dalam jangka waktu lama. "Ketinggiannya pun tidak akan meningkat drastis," katanya. (Baca: Katulampa 130 Cm, Jakarta Siaga 3 Banjir)

    Dengan ketinggian air 30 sentimeter di papan Mercu Bendung Katulampa, berarti volume debit air yang mengalir dari Bogor menuju Jakarta melalui Sungai Ciliwung sebanyak 11.883 liter per detik. "Akan tetapi, kondisi volume air tersebut akan mengalami peningkatan jika wilayah Kabupaten Bogor dan Depok diguyur hujan deras," ujarnya.

    Kendati demikian, Andi mengimbau agar warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Ciliwung tetap waspada banjir. Sebab, kondisi cuaca pada akhir November hingga awal Februari mendatang sudah memasuki musim penghujan. "Saat ini intensitas hujan ringan merata dan ada kemungkinan peningkatan intensitas karena masuk dalam musim penghujan. Jika hujan dengan intensitas tinggi ini mengguyur Puncak, ketinggian air di Bendung Katulampa pun akan meningkat," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.