Geng Motor Baru Tumbuh di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti berupa senjata tajam dan senjata api rakitan diperlihatkan saat rilis kasus pencurian motor oleh geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 September 2014. TEMPO/M QBAL ICHSAN

    Barang bukti berupa senjata tajam dan senjata api rakitan diperlihatkan saat rilis kasus pencurian motor oleh geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, 29 September 2014. TEMPO/M QBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok bermotor yang menganiaya seorang tentara di Ciracas, Jakarta Timur, diketahui bernama GT (Geng Timur) dan Bodam (Bocah Daratan Munjul). Dua geng itu mengaku baru pertama kali melakukan pembacokan.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Ade Rahmat Idnal mengatakan mereka bukan kelompok yang kemarin beraksi di Pejaten, Jakarta Selatan.

    "Ternyata mereka bukan pelaku yang sama," ujarnya kepada Tempo, Selasa, 25 November 2014. (Baca juga: Geng Motor Serang Warga Pejaten)

    Penyidik membawa dua pelaku ke kawasan Pejaten, tepatnya di Jalan Haji Noor--tempat penganiayaan terhadap korban Nur Jaman, 30 tahun, terjadi. "Mereka bilang tidak pernah ke sini," tuturnya.

    Karenanya, kata Ade, geng motor yang beraksi di Ciracas dengan yang di Pejaten berbeda. "Mungkin di Jakarta Selatan ada geng lain."

    Geng motor GT dan Bodam, ujar Ade, terdiri atas enam sepeda motor. "Kemaren, mereka ada enam motor, 12 orang," ujarnya. Dua orang di antaranya telah ditangkap dan menjadi tersangka, yaitu RS, 19 tahun, dan AR, 17 tahun.

    Mereka adalah orang yang membacok anggota TNI, Praka Wahyu Adi, 31 tahun, hingga terluka di tengkuknya. "Pelaku mengaku baru kali itu melakukan pembacokan." (Baca: Korban Geng Motor di Pejaten Dioperasi 8 Jam)

    Sementara itu, anggota lain geng motor tersebut belum diamankan atau ditetapkan menjadi tersangka. "Anggota lainnya sudah kami panggil. Mereka baru sebagai saksi," tuturnya.

    Penganiayaan yang dilakukan kelompok bermotor terjadi dua kali dalam satu malam. Satu kejadian di Ciracas melukai Praka Wahyu Adi, sementara satu lainnya di Pejaten melukai Nur Jaman.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan rata-rata kelompok bermotor tersebut anggotanya masih remaja. "Usianya masih belasan tahun," ujarnya.

    Mulanya, ujar Rikwanto, mereka ikut-ikutan teman dengan saling berboncengan. "Lama-lama, mereka ingin punya motor sendiri. Karena tak mampu, mereka melakukan perampasan sepeda motor orang lain," ujarnya. Hal tersebut, antara lain, yang memicu terjadinya kenakalan oleh geng motor.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita lain:
    Voting Time, Jokowi Tekuk Presiden hingga Artis 
    Jokowi Akui Larang Menteri Rapat Bersama DPR 
    Operasi Diam-diam Susi Pantau Illegal Fishing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.