Kasus Pembunuhan Sadis di Sekitar Ibu Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka JAH mengenakan penutup wajah ketika tiba di kantor kepolisian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 22 November 2014.  TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tersangka JAH mengenakan penutup wajah ketika tiba di kantor kepolisian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 22 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Bandar Udara Soekarno-Hatta berhasil mengungkap pembunuhan terhadap Sri Wahyuni, 42 tahun, yang ditemukan meninggal dunia dalam mobil Honda Freed B-136-SRI, di parkiran bandara, Sabtu dua pekan lalu.

    Pembunuh diketahui bernama Jean Alter Hulisean, 31 tahun, yang diduga teman dekatnya. Dalam pengakuannya, Jean membunuh Sri di Taman Gajah. Ini berbeda dengan pengakuan awal Jean yang mengatakan bahwa dirinya mencekik Sri di parkiran bandara.

    Pembunuhan terhadap Sri Wahyuni ini bukan kasus pertama di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Beberapa pembunuhan sadis lain pernah terjadi. Berikut di antaranya:

    3 Maret 2014
    Seorang mahasiswa bernama Ade Sara dibunuh pasangan kekasih, Imam Al Hafitd, 19 tahun, dan Assyifa Ramadhani, 18 tahun. Ade Sara meninggal dunia setelah dipukul, disentrum, dan disumpal mulutnya menggunakan tisu dan koran. Dalam pengakuannya, Hafitd mengaku sakit hati setelah putus dari Ade Sara.

    12 Oktober 2010
    Muryani membunuh Karyadi, suaminya, di rumah mereka di Jalan Anggrek Ciracas, Jakarta Timur. Muryani juga memotong-motong tubuh suaminya menjadi 14 bagian dan dibuang di beberapa lokasi. Muryani divonis 15 tahun penjara.

    8 Januari 2010
    Mayat bocah lelaki yang dibungkus kardus air mineral ditemukan di Kanal banjir Timur. Belakangan, bocah tersebut diketahui dibunuh oleh Baekuni alias Babe, seorang koordinator pengamen.

    29 September 2008
    Sri Rumiyati alias Yati membunuh suaminya yang bernama Hendra dan memotong dalam 14 bagian. Potongan tubuh itu lantas disebar. Beberapa potongan diletakkan di bawah kursi bus Mayasari Bhakti P-64 jurusan Kaliders-Pulogadung. Sisanya dibuang di beberapa warung makan. Akibat tindakan ini, Yati divonis 14 tahun penjara oleh PN Tangerang.

    ARIE FIRDAUS

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Interpelasi Jokowi | Ritual Seks Kemukus | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Chatib Basri Bocorkan Cerita BBM Naik Era SBY 
    Adnan Buyung Minta KPK Dibubarkan Saja
    Jokowi: Siapa Bilang Melarang Menteri ke DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.