Wali Kota London: Sulit Tiru Car-Free Day Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI, Jokowi (kiri), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan), bersama dengan Wali Kota London, Boris Johnson, saat bertemu di kawasan Bundaran HI di Jakarta,  30 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Presiden RI, Jokowi (kiri), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (kanan), bersama dengan Wali Kota London, Boris Johnson, saat bertemu di kawasan Bundaran HI di Jakarta, 30 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota London Boris Johnson berada di Jakarta sejak Sabtu, 29 November 2014. Pada hari ini, Ahad, 30 November 2014, Johnson berkesempatan bersepeda santai di arena Car-Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, bersama Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Baca: Wali Kota London Mau Investasi, Jokowi: Silakan...)

    Di panggung utama Car-Free Day, Johnson mengungkapkan perasaan senangnya karena akhirnya bisa mengunjungi Jakarta. "Saya sangat terkesan dengan Jakarta," katanya. (Baca: Jokowi, Ahok, dan Wali Kota London Bersepeda)

    Johnson memuji acara Car-Free Day sebagai salah satu program yang luar biasa. Menurut dia, jika memungkinkan, pemerintah London akan menyelenggarakan Car-Free Day seperti di Jakarta. Namun, ujar dia, rencana itu sulit dijalankan. "Pasti tidak mudah membuat warga London bangun pagi," tuturnya.

    Dalam acara ini, Johnson menyerahkan 12 sepeda untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Johnson, yang mengayuh sepeda dari Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, menuju Bundaran HI, mengaku terkesan dengan suasana Ahad di Jakarta. (Baca: Bersepeda Bareng Jokowi,Ahok Jadi 'Buronan' Selfie)

    Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mengatakan Johnson sudah lama ingin datang ke Jakarta. Keinginan itu diutarakan Johnson kepada Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI setahun lalu. Saat itu, kata Jokowi, pemerintah London mengungkapkan keinginannya berinvestasi di Jakarta. "Dia kirim surat. Saya jawab silakan."

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Terpopuler
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Fadli Zon: Lulusan SD Juga Bisa Naikkan Harga BBM
    Posisi Jokowi Digeser Joshua Wong di Polling Time  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.