Ahok Urus Jakarta sampai Perselingkuhan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerima ratusan laporan pengaduan warga melalui pesan pendek dan akun Twitter @basuki_btp. Laporan tersebut, kata Ahok, berisi rupa-rupa masalah, dari perkotaan hingga urusan rumah tangga. "Saya terima macam-macam pengaduan," ujar Ahok saat berkunjung ke kantor Tempo, Rabu, 3 Desember 2014. (Baca: Cerita Ahok tentang Hantu dan Setan Buta Huruf)

    Menurut Ahok, warga biasanya melaporkan masalah perkotaan seperti jalan rusak, titik-titik banjir, dan fasilitas umum yang tak memadai. Namun, tutur Ahok, ada pula laporan yang sama sekali tak berhubungan dengan tugasnya sebagai gubernur. (Baca: Awas, Ahok Denda Rp 5 Juta Bagi Pembuang Sampah)

    Ahok mengatakan suatu kali menerima pesan singkat dari seorang perempuan yang mengaku sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perempuan tersebut mengadukan suaminya yang diduga berselingkuh dengan pegawai perempuan yang juga bekerja di lingkungan Pemprov. "Rumah tangga pun harus diurus gubernur," ujar Ahok sambil tertawa. (Baca: Kenapa Ahok Ogah Debat soal Gubernur Tandingan?)

    Meskipun demikian, Ahok berharap dapat mengetahui langsung masalah yang terjadi di Ibu Kota melalui pesan pendek dan akun Twitter-nya tadi. Untuk persoalan layanan masyarakat, Ahok akan meneruskan pengaduan itu ke setiap satuan perangkat kerja daerah terkait untuk ditindaklanjuti. (Baca juga: Soal Wagub, Ahok: Saya Sangat Beruntung)

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi JokowiSusi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin
    Gubernur FPI Ngarep Sumbangan Warga
    Awas, Nama-nama Berikut Ini Terlarang Digunakan!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.