AC Bandara Soekarno-Hatta Mati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyejuk ruangan (air conditioner/AC) di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dalam kondisi mati pada Jumat, 5 Desember 2014. Seluruh pendingin udara di Terminal 2, mulai ruang check-in hingga ruang tunggu, mati, sehingga menyebabkan pengunjung kepanasan. "Waktu saya baru sampai di Bandara pukul 06.00 WIB, penyejuk ruangan sudah mati. Saya merasa tidak nyaman," ujar salah satu penumpang, Ratna Hadikusumah, 35 tahun, kepada Tempo, Jumat, 5 Desember 2014.

    Ratna mengatakan sejumlah ruangan di Terminal 2 bahkan tidak memiliki penerangan yang cukup. Ada beberapa ruangan yang lampunya tidak hidup. "Tadi, waktu saya membeli roti, lampu di toko juga dalam kondisi mati," tuturnya. (Baca: Imigrasi Soekarno-Hatta Dipindah, Begini Dampaknya)

    Dia mengatakan penumpang tidak mendapat penjelasan dari pihak pengelola mengenai kondisi Terminal 2 tersebut. "Tidak ada penjelasan dari pihak Bandara. Tidak ada tanda-tanda juga sedang diperbaiki," ujar wanita yang berprofesi sebagai pengacara tersebut. (Baca: Polisi Jaring 1.500 Taksi Gelap di Bandara)

    Ratna menuturkan harus menunggu selama 30 menit di ruang tunggu. Dia mengaku akan melakukan penerbangan ke Sumatera. "Bandara internasional kok kondisinya tidak kondusif begini." (Baca: Menipu, BI Tutup Money Changer di Soekarno-Hatta)

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Baca juga:
    Kapal Ditenggelamkan, Jokowi : Kami Tak Main-main
    5 Terdakwa JIS Cabut Keterangan Kejahatan Seksual
    Kapal Pelindo Tenggelam, Tanjung Priok Tercemar
    Analis: Saham 'Gocap' Bakrie Gara-gara Nama Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.