Ahok Mengaku Sebenarnya Kurang Waras  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan sepatu putihnya yang akan dipakai saat pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta, 18 November 2014. Ahok akan dilantik untuk menggantikan Joko Widodo, besok, di Istana Negara, Jakarta. Tempo/Arif Zulkifli

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan sepatu putihnya yang akan dipakai saat pelantikan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta, 18 November 2014. Ahok akan dilantik untuk menggantikan Joko Widodo, besok, di Istana Negara, Jakarta. Tempo/Arif Zulkifli

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Ibu Kota harus dipimpin oleh orang yang kondisi kejiwaannya tak normal. Penyebabnya, masalah perkotaan di Jakarta yang terlalu kompleks bisa membuat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

    "Saya sebenarnya agak kurang waras. Saat dites di RSPAD Gatot Subroto nilainya hanya pas di garis minimal saja," kata Ahok di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Desember 2014. (Baca: Remaja Masjid Dukung Pemerintahan Ahok)

    Pernyataan Ahok mengundang tawa hadirin. Pernyataan itu keluar saat Ahok membuka acara Mati Ketawa Cara Politikus Indonesia. Saat tirai pertunjukan dibuka, Ahok tiba-tiba muncul dari pintu tiruan. Ahok mengenakan kemeja biru lengan panjang dan pantalon hitam. "Selamat malam," ucap Ahok menyapa penonton. Penonton kemudian menyambut sapaan Ahok dengan tepuk tangan ramai. (Baca: Kementerian Tak Akui Gubernur DKI Versi FPI)

    Acara tersebut diprakarsai oleh Butet Kartaredjasa dan Agus Noor. Pentas tersebut mengisahkan seorang politikus yang sakit tepat saat diketahui terlibat kasus korupsi. Pentas tersebut dikemas dalam bentuk dagelan tunggal yang dimainkan Sammy Notaslimboy, Susilo Nugroho, Marwoto Kawer, dan Mongol Stress. (Baca: Gubernur FPI Tantang Ahok Bikin Survei)

    Kata Ahok, penyelesaian masalah di Ibu Kota yang kompleks mengundang tanggapan positif dan negatif dari berbagai kalangan. Bila dituntut memenuhi keinginan semua orang, ia berujar, pemimpin Jakarta akan terganggu kejiwaannya. "Makanya, saya memilih pura-pura gila saja," ujar Ahok. Pernyataan tersebut kembali membuat hadirin tertawa.

    LINDA HAIRANI

    Berita terpopuler lainnya:
    Ical Ketum Golkar, Peristiwa Tragis Mengiringi
    Ciri-ciri Taksi Express Asli dan Palsu
    Jadi Gubernur FPI, Berapa Gaji Fahrurrozi?
    KPK Bantah Boediono Sudah Tersangka Kasus Century


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.