Penyejuk Ruangan Soekarno-Hatta Sudah Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Praja Muda Karana (Pramuka) saat membantu sejumlah penyebrang di terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (14/8). Dalam menyambut hari pramuka yang ke 52, Snggota pramuka masih setia membantu  masyarakat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang anggota Praja Muda Karana (Pramuka) saat membantu sejumlah penyebrang di terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (14/8). Dalam menyambut hari pramuka yang ke 52, Snggota pramuka masih setia membantu masyarakat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COTangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menyatakan fasilitas penyejuk ruangan (AC) dan penerangan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta yang sempat terganggu akibat kebakaran panel listrik sudah beroperasi normal. "Kembali normal mulai pukul 19.00 WIB Jumat malam ini," ujar Manajer Humas dan Protokoler Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan, Jumat, 5 Desember 2014. (Baca: AC Bandara Soekarno-Hatta Mati)

    Menurut dia, tim teknisi listrik Bandara Soekarno-Hatta telah berupaya melakukan berbagai perbaikan agar listrik di Terminal 2F kembali menyala. Fasilitas penyejuk udara di Boarding Lounge Terminal 2F juga sudah kembali normal, sejalan dengan lancarnya pasokan listrik ke sebagian besar air handling unit dan chiller. Sebagian besar fasilitas penerangan untuk toko dan area perkantoran juga sudah dapat digunakan.  

    "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang dan pengguna jasa akibat tidak berfungsinya pendingin udara," kata Yudis.

    Yudis menuturkan, proses normalisasi arus listrik pascakebakaran panel tersebut cukup memakan waktu karena pengerjaan yang cukup rumit dan sangat teknis. Pihaknya terpaksa menonaktifkan arus listrik di jalur nonprioritas guna menghindari dampak yang lebih besar terutama pada kegiatan operasional penerbangan.

    Beruntung, gangguan listrik ini tidak menganggu penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta tetap melayani 1.200 penerbangan. Listrik yang padam di Terminal 2F ini tidak mengganggu penyejuk udara dan fasilitas penerangan di Terminal 1, Terminal 2D dan 2E, serta Terminal 3. (Baca: Ini Penyebab AC Bandara Soekarno-Hatta Mati)

     


    JONIANSYAH


     


     


    Berita Lainnya:





     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.