Sepeda Motor Rajai Pelanggaran Lalu Lintas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menilang pengendara sepeda motor yang mengambil jalan pintas dan melawan arus di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat 1 Juni 2012. Perilaku kurang disiplin pengendara sepeda motor kerap menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kecelakaan. TEMPO/Subekti

    Polisi menilang pengendara sepeda motor yang mengambil jalan pintas dan melawan arus di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat 1 Juni 2012. Perilaku kurang disiplin pengendara sepeda motor kerap menjadi salah satu penyebab kemacetan dan kecelakaan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat selama tiga tahun terakhir, hampir 2.000 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi, melibatkan sepeda motor. Pelanggaran lalu lintas pun didominasi oleh pengguna sepeda motor. (Langgar Palang, Pengemudi Motor Tergilas Kereta)

    "Sekitar 500 ribu kasus dari total 700 ribu kasus pelanggaran lalu lintas di Jakarta tahun ini, dilakukan pengguna sepeda motor," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit, kepada Tempo, Sabtu, 6 Desember 2014. (Pengendara di Selatan dan Timur Paling Bandel)

    Benjamin menjelaskan, berdasarkan kajian Dinas Perhubungan DKI, populasi sepeda motor yang banyak itu berkorelasi dengan tingkat kecelakaan yang tinggi. (Operasi Zebra, 17 Ribu Kendaraan Ditilang)

    Setiap hari, ia menyebutkan, sebanyak 8,7 juta sepeda motor memenuhi jalan raya di Jakarta. Jumlah itu terus bertambah. Sebab, saban hari, Kepolisian Daerah Metro Jaya bisa menerbitkan 2.700-an Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor baru. "Karena jumlahnya yang begitu banyak itulah, maka perlu ada pembatasan sepeda motor di jalan protokol," kata Benjamin. (Tak Ada Tilang Saat Uji Coba Pembatasan Motor)

    Per 17 Desember nanti, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia, hingga Jalan Medan Merdeka Barat, dekat Istana Negara. Pembatasan di ruas jalan utama itu dilakukan selama 3 bulan.

    Bila dinilai berhasil, Pemerintah DKI akan menerapkan pelarangan sepeda motor di ruas jalan protokol lain. Dengan pembatasan itu, diharapkan pengendara sepeda motor beralih ke kendaraan umum.

    Benjamin menyatakan pembatasan di MH Thamrin hanyalah uji coba. Kebijakan itu bukan ditujukan untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan itu saja. "Bila berhasil, akan dilakukan juga di jalan protokol lain. Nanti kalau sudah diterapkan di lokasi lain, baru terlihat hasilnya."

    PRAGA UTAMA

    Terpopuler:
    Ahok Mengaku Sebenarnya Kurang Waras
    Penyejuk Ruangan Soekarno-Hatta Sudah Normal
    Salma Koma Akibat Dijambret di Menteng Dalam
    Penertiban PSK Maroko, Ulama: Kami Siap Ikut Razia
    Hadang Miras Oplosan, Ahok Ingat Al Capone
    Perampokan di Taksi, Begini Ciri Pelakunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.