Operasi Zebra, Pemohon SIM di Bekasi Melonjak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor terlihat melawan arus saat operasi Zebra di jalan Ring Road, Jakarta Barat, 26 November 2014. Operasi ini diutamakan untuk menindak para pengendara yang melawan arus dan angkutan umum yang menaikkan serta menurunkan penumpang disembarang tempat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Pengendara motor terlihat melawan arus saat operasi Zebra di jalan Ring Road, Jakarta Barat, 26 November 2014. Operasi ini diutamakan untuk menindak para pengendara yang melawan arus dan angkutan umum yang menaikkan serta menurunkan penumpang disembarang tempat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Bekasi - Sejak Operasi Zebra digelar 26 November 2014, pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Kota Bekasi, Jawa Barat, melonjak signifikan. Alasannya, mayoritas pengendara yang terjaring razia tak memiliki SIM.

    "Setiap hari sekitar 200 pengendara terkena tilang," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bekasi Kota Komisaris Heri Ompusunggu, Ahad, 7 Desember 2014. Sejak digelarnya operasi, tercatat sebanyak 3.472 pengguna jalan yang ditilang, mayoritas pengendara roda dua. (Baca juga: Jenis Pelanggaran Kena Tilang di Operasi Zebra)

    Menurut Heri, dalam razia ini polisi mengarahkan agar pengendara melengkapi surat-surat kendaraan. Adapun yang tak memiliki SIM, diminta mengurus ke masing-masing polres sesuai identitas tempat tinggalnya.

    Heri mengatakan, sejak digelarnya operasi tersebut, pemohon SIM di wilayah setempat melonjak hingga 30 persen. Biasanya, setiap hari ada 500 orang, baik yang mengurus SIM C maupun SIM A. "Lonjakan pemohon cukup signifikan," kata dia.

    Heri menjelaskan biaya pembuatan SIM sebenarnya tidak mahal. Itu sebabnya banyak pemohon yang langsung datang untuk membuat SIM. Biaya pembuatan SIM A sebesar Rp 120 ribu, dan biaya SIM C sebesar Rp 100 ribu. "Dibayarkan langsung kepada Bank BRI yang ada di lokasi pembuatan SIM."

    Seorang pemohon SIM, Abdullan Surjaya, 30 tahun, pada Jumat pekan lalu mengatakan membuat SIM A dan C karena untuk melengkapi surat-surat. Soalnya, ia kerap khawatir dan gugup ketika ada razia di jalan raya. "Sudah lama mau bikin, tapi katanya mahal, bisa sampai Rp 600 ribu-an. Makanya enggak jadi terus," kata dia. "Tapi setelah datang sendiri, ternyata enggak," kata warga Kayuringin ini.

    ADI WARSONO

    Berita lain:
    Kalahkan Malaysia, Indonesia ke Final Axiata Cup
    Ini Daftar Pemenang FFI 2014
    Sandy Tumiwa Akan Nikahi Putri Sekda NTB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.