Di Bogor, Kena Razia Malah Dapat Helm  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota petugas kepolisian menulis surat tilang untuk seorang pengendara kendaraan bermotor yang melanggar aturan berkendara saat Oprasi Zebra Jaya 2013 di kawasan Otista, Jakarta (28/11). Razia tersebut dilakukan agar pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi peraturan berkendara mendapatkan efek jera. Tempo/Aditia Noviansyah

    Anggota petugas kepolisian menulis surat tilang untuk seorang pengendara kendaraan bermotor yang melanggar aturan berkendara saat Oprasi Zebra Jaya 2013 di kawasan Otista, Jakarta (28/11). Razia tersebut dilakukan agar pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi peraturan berkendara mendapatkan efek jera. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor membagikan 500 helm bagi pengguna sepeda motor yang melanggar lalu lintas karena tidak menggunakan helm dalam Operasi Zebra Jaya 2014. Pemberian helm gratis dilakukan di Simpang Jalan Pemda Cibinong, Kabupaten Bogor.

    "Sepekan Operasi Zebra 2014, ada sekitar 6.000 pengendara yang ditilang karena melanggar, dan sebagian besar adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan tak punya SIM," kata Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Inspektur Satu Taufik kepada Tempo, Senin, 8 Oktober 2014.

    Taufik menjelaskan pembagian helm dalam Operasi Zebra Jaya diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan serta memberi pendidikan disiplin bagi pengguna kendaraan. "Kami harap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran hukum dalam berkendara sehingga tidak ada lagi kecelakaan dan pelanggaran," ujarnya.

    Seorang pelanggar yang mendapat helm, Riyanti, 29 tahun, mengatakan sengaja tidak mengenakan helm karena hanya menempuh jarak dekat. "Antara pasar dan rumah saya dekat sekali, paling 500 meter. Makanya saya tak pakai helm," katanya. Meski ditilang, Riyanti berterima kasih kepada polisi yang telah memberinya helm. "Tapi memang terkadang saya lupa tak pakai helm." 

    M. SIDIK PERMANA

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Kubu Ical: Peserta Munas Ancol Diberi Rp 500 juta
    Munas Golkar Tandingan Dapat Restu Jusuf Kalla
    Begini Cara 13 Polisi di Kudus Menyiksa Kuswanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.