Ahok Gandeng Konsultan World Bank  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggandeng konsultan dari Bank Dunia atau World Bank untuk membantunya menyusun strategi mewujudkan program pembangunan di Ibu Kota dalam 10 tahun mendatang. "Bank Dunia akan membantu kami agar program kerja pemerintah terwujud," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 8 Desember 2014. (Baca: Ahok Terancam Tak Digaji Enam Bulan)

    Mulai 2015, Ahok menuturkan, pemerintah DKI akan memanfaatkan analisis dari Bank Dunia sebelum melaksanakan sebuah program. Artinya, kata dia, kelak DKI hanya akan bermodalkan analisis tersebut dan tak perlu melakukan uji coba berulang kali sebelum menerapkan suatu kebijakan.

    Ahok mengatakan penggunaan jasa konsultan tersebut ditandai dengan penandatangan nota kerja sama antara Pemerintah DKI dan Bank Dunia. Menurut dia, kerja sama tersebut dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah karena pemerintah DKI tak perlu mengirim tim untuk melakukan studi banding ke luar negeri dalam kaitan dengan penerapan kebijakan. "Studi banding juga hasilnya belum tentu beres," tutur Ahok.

    Pada kesempatan yang sama, Vice President of World Bank for East Asia and Pacific Region Axel van Trotsenburg mengatakan lembaganya menyediakan kajian bagi Jakarta guna mengatasi tantangan di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Sebagai tahap awal perwujudan kerja sama, Bani Dunia menargetkan pembuatan skema penanganan tantangan tersebut selesai dalam kurun satu tahun. "Bentuknya mulai dari pemetaan hingga dukungan teknis," katanya.

    Axel mengungkapkan, selain Jakarta, sejumlah kota besar lain di Amerika Latin, Amerika Serikat, dan Cina juga mendapat pendampingan dari lembaganya. Ia menuturkan kemacetan merupakan masalah utama yang harus diatasi sebagai analisis awal terhadap permasalahan di Jakarta. "Kemacetan kerap dialami oleh negara berkembang," tutur Axel.

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:
    Golkar Pecah
    | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung 

    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo 

    Golkar Hancur, Ical dan Agung, Siapa Arang dan Abu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.