Ahok 'Ketiban' Janji Jokowi Soal Persija  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) memberi selamat pada Basuki Tjahaja Purnama (ahok) usai pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) memberi selamat pada Basuki Tjahaja Purnama (ahok) usai pelantikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Joko Widodo pernah berjanji bakal membangun stadion untuk klub sepak bola Jakarta, Persija. Klub sebesar Persija, kata Jokowi sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, semestinya punya stadion sendiri. "Masak, tidak punya stadion," kata Jokowi di Surakarta, Ahad, 23 September 2012. (Baca: Jokowi Janji Bangun Stadion untuk Persija)

    Kini, Persija menagih janji tersebut. Lantaran Jokowi kini menjadi presiden, tanggung jawab merealisasikan janji pembangunan stadion untuk Persija beralih ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Baca: Ahok Terancam Tak Digaji Enam Bulan)

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, sebelum masuk ke janji membangun stadion, Pemerintah Provinsi DKI berencana membeli saham PT Persija Jaya. Pembelian ini merupakan langkah awal pembenahan klub sepak bola tersebut. (Baca: Kembali ke Persija, Bepe Dikontrak Tiga Tahun)

    "Sahamnya diletakkan di anak perusahaan agar bisa kami kelola. Kalau tak mau dibeli, ya, susah," ujar Saefullah di Balai Kota, Senin, 8 Desember 2014. Saefullah menuturkan rencana tersebut timbul menyusul adanya tuntutan dari pengurus dan pendukung Persija untuk membangun stadion bagi klub yang dijuluki Macan Kemayoran itu. (Baca: Persija Jakarta Datangkan Empat Pemain Anyar)

    Pada kesempatan yang berbeda, Ahok mengatakan pembelian saham merupakan prioritas karena klub sepak bola seharusnya menjadi badan usaha milik daerah. "Ini setelah berbentuk perseroan terbatas, saham Pemprov DKI kok malah tidak ada," ujarnya. (Baca: Persija Ultah, Jakmania Deklarasi Tak Rusuh)

    Ahok menuturkan kekacauan manajemen Persija bermula saat setiap pengurus mengklaim punya saham di klub tersebut. Mereka mengajukan klaim lantaran merasa sudah mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan klub. DKI, ujar Ahok, hanya akan terlibat dalam pengelolaan Persija jika Pemprov membeli sahamnya. "Silakan jual ke kami kalau ingin membesarkan Persija," kata Ahok. (Baca: Ahok 'Tebus Dosa' ke Ridwan Kamil Rp 125 Juta)

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:
    Golkar Pecah
    | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung 

    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo

    Golkar Hancur, Ical dan Agung, Siapa Arang dan Abu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.