Tertibkan Pantai, Tangerang Bongkar Bagan Kerang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan mengupas kulit kerang hijua bersama-sama di kawasan kampung nelayan Cilincing, Jakarta,TEMPO/Fransiskus

    Nelayan mengupas kulit kerang hijua bersama-sama di kawasan kampung nelayan Cilincing, Jakarta,TEMPO/Fransiskus

    TEMPO.CO, Tangerang - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang bersama TNI Angkatan Laut dan Polri menertibkan bagan milik nelayan yang tumbuh menjamur di sepanjang Pantai Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Sebanyak 3.700 bagan ditutup dan dibersihkan.

    "Ribuan bagan itu mengotori laut dan melanggar sejumlah perda," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Slamet Budi saat ditemui di lokasi, Selasa, 9 Desember 2014.

    Budi menjelaskan bagan-bagan tersebut merupakan tempat pengembangbiakan kerang hijau yang dikelola nelayan lokal Dadap maupun dari Jakarta. Menurut Budi, kualitas kerang hijau di laut Dadap patut dipertanyakan karena tingkat pencemaran di perairan tersebut sangat tinggi.

    "Mengandung air limbah berbahaya, tingkat mercurinya tinggi," kata Budi. Bahkan, ia menambahkan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tangerang sudah tidak merekomendasikan kerang hijau dari Dadap.

    Keberadaan bagan juga dinilai mengotori dan menganggu arus lalu lintas laut. "Makanya harus dibersihkan."

    Ribuan bagan itu juga melanggar sejumlah peraturan daerah (perda). Antara lain, Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Izin Usaha Perikanan, Perda Nomor 20 Tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban, serta Perda Nomor 6 Tahun 2010 tentang Izin Mendirikan Bangunan.

    JONIANSYAH

    Terpopuler:
    Ini Cara Polisi Meringkus Perampok di Taksi Putih
    Polisi Tangkap Dua Perampok di Taksi Putih
    Di Bogor, Kena Razia Malah Dapat Helm
    Paripurna DPRD, Ahok dan Lulung Bercengkerama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.