PDIP Berharap Djarot dan Ahok Kompak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Saiful Hidayat. TEMPO/Tony Hartawan

    Djarot Saiful Hidayat. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Djarot Saiful Hidayat telah menyiapkan semua persyaratan sebagai calon Wakil Gubernur DKI. (Baca: Pulang ke Blitar, Djarot Ngurus Syarat Wagub DKI)

    "Sejak dua hari yang lalu, Pak Djarot berusaha memenuhi persyaratan itu," kata Hasto saat dihubungi pada Selasa, 9 Desember 2014. Menurut Hasto, berkas administrasi yang disiapkan akan diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke Kementerian Dalam Negeri. (Baca: Segera Jadi Wagub DKI, Djarot Pamit Warga Blitar)

    Menurut Hasto, saat ini yang terpenting bukan masalah kesiapan administrasi, tetapi kekompakan Djarot dan Ahok dalam menjalankan tugasnya. Lagi pula, menurut dia, pelantikan wakil gubernur bisa dilaksanakan paling telat 30 hari sejak gubernur dilantik. "Sekarang yang penting legalitasnya," ujar Hasto. (Baca: Koalisi Prabowo Apresiasi Djarot Mau Komunikasi)

    Kemarin, Djarot yang juga pernah menjadi Wali Kota Blitar sibuk mengurus surat keterangan sehat di rumah sakit dan surat keterangan kelakuan baik atau surat keterangan catatan kepolisian di kantor Kepolisian Resor Kota Blitar. Dokumen tersebut diperlukan untuk melengkapi syarat pendaftaran sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. (Baca juga: Ahok Djarot Saling Silang Urusan PNS)

    SAID HELABY

    Topik terhangat:
    Golkar Pecah
    | Wakil Ahok | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung 

    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo 

    Golkar Hancur, Ical dan Agung, Siapa Arang dan Abu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.