Sepekan Operasi Zebra, 80 Ribu Kendaraan Ditilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian mengangkut sepeda motor ketika razia operasi Zebra di jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang, Banten, 26 November 2014. Operasi Zebra berlangsung dari tanggal 26 November hingga 9 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Petugas kepolisian mengangkut sepeda motor ketika razia operasi Zebra di jalan Benteng Betawi, Kota Tangerang, Banten, 26 November 2014. Operasi Zebra berlangsung dari tanggal 26 November hingga 9 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 80 ribu kendaraan ditilang dalam Operasi Zebra Jaya 2014, yang digelar oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya sejak 26 November hingga 9 Desember 2014. Selama operasi itu, sebanyak 80.960 kendaraan ditilang dan 14.343 pengemudi mendapat teguran.

    "Penindakan tertinggi di Jakarta Timur dan terendah di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono, kepada Tempo, Selasa, 9 Desember 2014. (Baca:Pengendara di Selatan dan Timur Paling Bandel)

    Hindarsono menjelaskan, kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah sepeda motor dengan jumlah pelanggar sebanyak 58.012. Adapun pelanggaran yang dilakukan angkutan umum yakni mikrolet sebanyak 8.548, Metro Mini 1.060, Taksi 3.247, mobil pribadi 5.743, dan kendaraan pengangkut barang 2.806 kendaraan. (Baca: Jenis Pelanggaran Kena Tilang di Operasi Zebra)

    "Barang bukti yang kami sita, surat izin mengemudi (SIM) sebanyak 29.239 dan 51.063 surat tanda nomor kendaraan," ujarnya. Tidak hanya itu, polisi juga menyita kendaraan roda dua sebanyak 604 dan 50 kendaraan roda empat, karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat. (Baca: Operasi Zebra, Berapa Denda Tilang Pelanggar?)

    Dalam Operasi Zebra Jaya 2014, target sasaran penindakan juga kepada angkutan umum yang menaikan dan menurunkan penumpang sebarangan dan melawan arus. "Paling banyak kendaraan melawan arus, yakni ada 19.964," kata Hindarsono. Sedangkan, kendaraan yang menaik-turunkan penumpang tidak pada tempatnya ada 9.839 kejadian.

    Selama operasi ini juga terjadi kecelakaan sebanyak 112 kejadian dan menyebabkan 136 korban, yang terdiri dari 24 orang meninggal, 25 orang luka berat, dan 87 orang luka ringan. Adapun kendaraan yang terlibat kecelakaan yakni, 99 sepeda motor, 2 kendaraan umum, 36 kendaraan pribadi, 30 kendaraan barang, 6 bus, dan satu sepeda angin. "Total kerugian materinya mencapai Rp 404,4 juta," ujar Hindarsono.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Lainnya:
    Penyidikan Korupsi Proyek Rumah Sakit Dihentikan
    LIPI: Kerang Hijau Dadap Penyebab Kanker
    Dana Kunker DPRD Setara dengan Gaji Semua Buruh
    Awal 2015, Ganti Rugi Korban Lapindo Dibayarkan
    Kasus Ade Sara, Assyifa Isyaratkan Banding


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.