Taksi untuk Merampok Pernah Dilaporkan ke Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti serta tiga tersangka spesialis perampokan penumpang dalam taksi saat gelar perkara di Sub Dit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (9/11). ANTARA/Wahyu Putro A

    Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti serta tiga tersangka spesialis perampokan penumpang dalam taksi saat gelar perkara di Sub Dit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (9/11). ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian sudah menangkap tiga pelaku perampokan taksi menggunakan taksi putih berlogo Express. Taksi tersebut ternyata diketahui merupakan hasil curian.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Metro Setiabudi Komisaris Agus Rizal membenarkan adanya laporan kehilangan taksi tersebut. "Ada laporan masuk ke kami," kata Agus, Selasa, 9 Desember 2014. (Baca: Perampok 'Taksi Putih' Gunakan Mobil Curian)

    Menurut Agus, orang yang melaporkan adalah sopir taksi Express yang mobilnya hilang tersebut. "Dia kehilangan taksinya pada malam hari saat diparkir di kawasan Kuningan," ujar Agus.

    Peristiwa kehilangan itu terjadi pada 21 November 2014, dan baru dilaporkan pada 24 November 2014. Atas laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pencarian. "Kami langsung cari. Ini baru pertama kali terjadi di Setiabudi," katanya.

    Ternyata taksi curian itu digunakan oleh pencurinya, yaitu Sutrisno, 41 tahun, untuk melakukan perampokan. Sutrisno merampok penumpang taksi yang berhasil dijaringnya bersama tiga temannya, Edward Syah Jaya, Agus Supriyanto, dan J. Komplotan ini telah melakukan perampokan hingga empat kali.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.