Ahok Sebut Angkat 'Musuhnya' Jadi Sekda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi dan Ahok berbincang saat pelantikan Ketua dan wakil ketua DPRD periode 2014-2019 di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Jokowi dan Ahok berbincang saat pelantikan Ketua dan wakil ketua DPRD periode 2014-2019 di Jakarta, 26 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sangat ingat dengan pejabat DKI yang kerap menjelek-jelekan dirinya ketika kampanye pemilihan kepala daerah 2012. Salah satunya adalah Saefullah yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat.

    "Dia dulu sering black campaign terhadap kami," ujar Ahok dalam sambutannya di acara Talkshow Pendatapan Pembangunan di Balai Kota, Kamis, 11 Desember 2014.

    Mantan Bupati Belitung Timur itu juga mengaku sampai sekarang masih tetap ada pejabat yang tidak senang terhadap dirinya. "Banyak yang ngomongin saya. Bahkan ada yang rasis," kata Ahok. Ia tak peduli dengan omongan para pejabat itu. "Tugas saya membuat Jakarta baru."

    Ahok bercerita, setelah memenangi pemilihan, ia dan Gubernur Joko Widodo berdiskusi tentang penempatan pejabat dalam pemerintahan. Mereka sempat beradu pendapat tentang Saefullah. Jokowi saat itu menilai Saefullah bisa menjadi ganjalan dalam pemerintahan. "Saefullah Betawi, Islam kental. Kalau ribut sama dia agak repot," ujar Ahok menirukan ucapan Jokowi.

    Menurut Ahok, ia justru mempertahankan Saefullah karena menilai dia lah orang yang tepat mengisi jabatan Sekretaris Daerah untuk menggantikan Wiriyatmoko. "Saya bilang ke Pak Jokowi, Saefullah memperoleh hasil tes terbaik," kata Ahok. (Baca juga: Ahok Mengaku Sebenarnya Kurang Waras)

    Jokowi akhirnya menerima argumen Ahok. Mereka  sepakat mengangkat mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu sebagai Sekretaris Daerah. (Baca juga: Setelah Berseteru, Hashim dan Ahok Mesra)

    ERWAN HERMAWAN

    Berita lain:
    Dirjen HAM: Menteri Susi seperti James Bond
    FPI Ogah Sebut Fahrurrozi Gubernur FPI
    Melongok Harta Puluhan Miliar Calon Dirjen Pajak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.