Empat Sekolah di Jakarta Utara Diduga Pungli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan Liar. ekonomi.inilah.com

    Ilustrasi Pungutan Liar. ekonomi.inilah.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat sekolah di Jakarta Utara diduga melakukan pungutan liar terhadap siswa. Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Kasudin Dikmen) Jakarta Utara Mustafa Kemal mengatakan telah memeriksa sejumlah guru yang diduga terlibat praktek pungli tersebut.

    "Kalau terbukti memeras dan melakukan sistemik, guru itu bisa dipecat," kata Mustafa di SMAN 13 Jakarta Utara, Kamis, 11 November 2014. Saat ditanya sekolah mana saja yang melakukan pungutan liar itu, dia bungkam.

    Mustafa hanya berujar, di Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, ada dua kepala sekolah dan empat guru yang tengah diselidiki apakah melakukan pungutan liar atau tidak. "Bila terbukti (pungli), mereka bisa dimutasi sampai dipecat," ujarnya.

    Sanksi terhadap kepala sekolah dan guru yang melakukan pungutan liar ini, menurut Mustafa, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Sanksi paling ringan adalah pemotongan tunjangan atau mutasi.

    Mustafa menjelaskan dampak dari pungutan liar ini sampai ada seorang siswa di Jakarta Utara yang ingin pindah sekolah karena kesulitan membayar.

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Menkeu: Ada Pemilik Lamborghini Lolos dari Pajak 
    Netizen: Fahrurrozi Gubernur FPI sampai Kiamat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.