Tetangga Gubernur FPI Lebih Suka Ahok karena...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meme Gubernur DKI Ahok dan Gubernur FPI Fahrurrozi. Twitter.com

    Meme Gubernur DKI Ahok dan Gubernur FPI Fahrurrozi. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepekan lebih sejak mendeklarasikan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta versi FPI, dukungan tak juga mengalir kepada Fahrurrozi Ishaq. Tetangganya di Jalan Masjid, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, lebih memilih Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI yang sah. (Baca: Netizen: Fahrurrozi Gubernur FPI sampai Kiamat)

    "Saya dukung gubernur yang dilantik oleh pemerintah secara resmi," kata Muhammad Fauzi, 46 tahun, warga RT 04 RW 04, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Desember 2014. (Baca: FPI Ogah Sebut Fahrurrozi Gubernur FPI)

    Fauzi yang bekerja sebagai marbot atau pengurus Masjid Al-Anwar, sekitar 5 meter di selatan rumah Fahrurrozi, menyebut Ahok punya program yang nyata dan peduli pada profesi yang diembannya. "Saya suka Pak Ahok karena punya ide memberangkatkan marbot ke Tanah Suci untuk umrah," ujarnya. (Baca: Gubernur FPI Akhirnya Punya Kantor, di Mana?)

    Selain itu, Fauzi menyebutkan warga tak begitu mengenal Fahrurrozi. Sebab, kata dia, Gubernur DKI versi FPI itu jarang bergaul dengan masyarakat maupun memberi ceramah di masjid dekat rumahnya. "Yang saya tahu, dia aktif berkegiatan agama di luar lingkungan rumah dan muridnya banyak," dia menuturkan. (Baca: Hari Ke-5 Jadi Gubernur FPI, Fahrurrozi Sakit)

    Tak hanya Fauzi yang mendukung kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI, Dwi Sumiyati, 30 tahun, tetangga Fahrurrozi lainnya, juga lebih senang Ahok jadi gubernur. "Orangnya tegas," katanya. Selain itu, dia ragu mendukung Fahrurrozi karena bekas Wakil Majelis Syariat Partai Persatuan Pembangunan itu tak jelas dipilih dan dilantik oleh siapa. (Baca: Gubernur FPI Sewot Soal Tunggakan Iuran Warga)

    Meski mendukung, Sumiyati berpesan kepada Ahok agar tak mudah marah dan memperhatikan tradisi yang sudah dianut oleh penduduk asli Jakarta. Salah satunya, kata dia, kebiasaan berjualan kambing di pinggir jalan menjelang Hari Raya Idul Adha. Menurut dia, warga sempat kecewa karena Ahok melarang berjualan kambing di pinggir jalan. "Itu tradisi yang sudah lama berjalan," ujarnya. (Baca juga: Gubernur FPI Ngaku Pernah Jadi Penasihat Wapres)

    RAYMUNDUS RIKANG

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Menkeu: Ada Pemilik Lamborghini Lolos dari Pajak 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.