Kondisi Korban Penusukan di Metro Mini Masih Labil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Aksi Penusukan fooyoh.com

    Ilustrasi Aksi Penusukan fooyoh.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi pelajar SMA yang ditusuk di dalam Metro Mini 52 jurusan Kampung Melayu-Cakung, Rabu sore, belum stabil. Dua luka tusuk membuat korban harus menjalani operasi selama kurang-lebih lima jam. (Baca: Tolak Serahkan HP, Pelajar Ditusuk di Metro Mini)

    "Tusukannya memang tak kena hati atau paru-paru, tapi saluran pencernaannya jadi terluka dalam," kata ibu korban, Wulandari, 42 tahun, saat ditemui Tempo di ruang tunggu ICU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Kamis malam.

    Faza Candikya Dhanadi, 16 tahun, menjadi korban penusukan setelah melawan saat tak mau menyerahkan ponselnya kepada penodong di dalam Metro Mini yang ia tumpangi. Faza ditusuk dua kali di bagian bawah hati saat bus melewati Stasiun Buaran, Klender, Jakarta Timur. Faza langsung dilarikan ke UGD Rumah Sakit Islam Pondok Kopi oleh sopir dan petugas Dinas Perhubungan yang sedang bertugas di jalan layang Klender Baru, Jakarta Timur. (Baca: Korban Geng Motor di Pejaten Dioperasi 8 Jam)

    Menurut Wulan, sejak Kamis dinihari, tepatnya pukul 03.00 WIB, Faza masuk ke dalam ruang PICU (ICU untuk anak) karena kondisinya yang kritis seusai operasi. Perdarahan dan infeksi akibat luka tusuk masih tersisa pada tubuh Faza setelah dioperasi. "Nantinya akan ada operasi lanjutan untuk memulihkan saluran pencernaan anak saya," katanya.

    Adapun Faza harus dirujuk ke RSCM karena RS Islam Pondok Kopi tak dapat mengoperasinya dengan alasan kamar penuh. Wulan harus menunggu dari pukul 16.30 WIB hingga sekitar pukul 8 malam untuk menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit. Sesampainya di RSCM, Faza langsung masuk ruang operasi. (Baca: Pemuda Tewas Dikeroyok di Depan 7-Eleven Priok)

    Wulan mengatakan Faza sempat berkomunikasi dengannya saat masih di UGD RS Islam Pondok Kopi. Saat itu, Faza masih dapat menjawab pertanyaan anggota Polsek Duren Sawit dengan terbata-bata. Namun, saat ditanya soal ciri-ciri penodong, Faza mengaku tak ingat. Faza hanya sempat mengatakan bahwa senjata tajam yang digunakan pelaku berbentuk belati.

    "Pengusutan kasus ini mungkin akan berjalan lamban karena kami harus tunggu kondisi Faza stabil secara fisik dan mental agar siap dimintai keterangan oleh polisi," ujarnya.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA



    Terpopuler:
    Ditemukan, Kapal Selam Nazi Menyusup ke Laut Jawa
    Netizen: Fahrurrozi Gubernur FPI sampai Kiamat
    Pemred Jakarta Post Jadi Tersangka Penistaan Agama 
    Kubu Ical Mau Rapat di Slipi, Yorrys: Siapa Lu? 
    Benarkah Hitler Sesungguhnya Hidup di Sumbawa?
    Munir Dibunuh karena Sejumlah Motif, Apa Saja?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.