Asian Games, TNI Tawarkan Lapangan Tembak ke Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014.  Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyapa wartawan sebelum pelantiakan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Dalam pelatikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, perwakilan dari Koalisi Merah Putih sama sekali tidak hadir. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta didaulat menjadi tuan rumah pagelaran Asian Games 2018. Pelbagai persiapan tengah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyukseskan acara tersebut.

    Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko mendukung acara tersebut. Bahkan ia menawarkan menggunakan sarana dan prasarana milik TNI untuk dijadikan venue kepada DKI.

    "Kami punya sarana yang cukup bagus," katanya di Markas Besar Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 12 Desember 2014. Salah satu sarana yang bisa dijadikan venue adalah lapangan tembak di Cilodong, Bogor.

    Ia menuturkan lapangan tembak di Cilodong berstandar internasional. Lapangan tersebut bisa digunakan untuk lomba menembak dengan jarak 600 meter. Selain itu, ada lapangan sepak bola yang bisa digunakan juga.

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bakal menghibahkan sejumlah dana untuk membangun venue olahraga di tanah milik TNI. Ke depannya, venue tersebut bisa digunakan untuk olahraga TNI dan masyarakat. "Jadi, bukan minta tanah. Sebab, selama ini kami lihat, TNI selalu manunggal dengan rakyat. Jadi, semua tuh ngajak rakyat pakai," tuturnya.

    Menanggapi hal tersebut, Moeldoko meminta waktu dahulu. "Saya pikir, tanah itu barang milik negara. Nanti ada prosedur yang harus dilalui, karena kita mesti lapor dulu ke Kemenkeu," ujar Moeldoko. (Baca: Sambut Asian Games, Djarot Akan Kebut Proyek MRT)

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Lainnya:
    Google Play Luncurkan Aplikasi Baca Berita Kios
    Gaya Seksi Olivia Jensen dan Pevita Pearce  
    Tokoh Ini Lindungi Masuknya Kapal Nazi ke Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.