Sea World Ingkar, Ancol Akan Tempuh Cara Paksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga penyelam berpakaian Santa Claus menari dalam air di wahana Seaworld, Ancol, Jakarta, (25/12). Berbagai aktraksi menyambut hari Natal digelar di beberapa lokasi wisata untuk menarik pengunjung. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Tiga penyelam berpakaian Santa Claus menari dalam air di wahana Seaworld, Ancol, Jakarta, (25/12). Berbagai aktraksi menyambut hari Natal digelar di beberapa lokasi wisata untuk menarik pengunjung. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Gatot Setyo Waluyo mengatakan perselisihannya dengan Sea World Indonesia telah menemukan titik terang. Rencananya, Sea World akan menyerahkan aset dan tanahnya kepada Ancol pekan depan.

    "Insya Allah jadi. Sudah disepakati begitu," katanya kepada Tempo di Dunia Fantasi, Ancol, Jumat, 12 Desember 2014. (Ancol Bakal Buka Sea World Baru)

    Namun, bila Sea World mengingkari, Ancol bakal mengambil secara paksa. Gatot menceritakan butuh waktu yang cukup lama untuk membuat Sea World legawa memahami perjanjian build, operate, transfer (BOT). Beberapa mediasi pun sempat dilakukan untuk mencari titik temu. "Bertahun-tahun dia keukeuh tidak mau transfer. Mungkin sekarang mereka sadar," ujarnya. (Membangkang, Ancol Bakal Bongkar Paksa Sea World)

    Setelah proses transfer, kata Gatot, pihaknya membentuk tim transisi yang berjumlah sekitar sepuluh orang. Di antaranya, terdiri atas lima orang dari Sea World dan lima orang dari Ancol. Tim tersebut akan mengurus segala hal berkaitan dengan perjanjian baru. "Belum ada penunjukan, mungkin pekan depan setelah proses transfer."

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca berita lainnya:
    Siapa 10 Kepala Daerah Pemilik Rekening Gendut?
    Inikah Transaksi Rekening Gendut Foke?

    Tokoh Ini Lindungi Masuknya Kapal Nazi ke Jakarta

    Alasan Kapal Selam Jerman Diam Saat Diserang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.