Sudah Sebulan, Harga Cabe di Bekasi Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cabe rawit. ANTARA/Fiqman Sunandar

    Ilustrasi cabe rawit. ANTARA/Fiqman Sunandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga cabe di Kota Bekasi masih tinggi, per kilogram mencapai Rp 80 ribu. Pedagang menyebut, tingginya harga cabe tersebut karena pasokannya sedikit. "Sudah sebulan, pasokan cabe sedikit," kata seorang pedagang di Pasar Baru Bekasi, Saiful, 32 tahun pada Tempo, Sabtu, 13 Desember 2014.

    Ia menyebutkan, jenis cabe yang harganya paling tinggi ialah jenis keriting dan oranye. Dia mengaku, biasanya mendapatkan pasokan sebanyak 40-50 kilogram, kini pasokan hanya mencapai 10 kilogram. "Penjualan juga berkurang," kata dia.

    Menurut dia, lantaran harga masih tinggi, daya beli masyarakat semakin menurun. Pada saat harga normal, satu orang bisa membeli sampai tiga ons, tapi saat ini paling banyak hanya satu ons. "Normalnya per kilogram Rp 15-20 ribu," kata dia. "Tidak tahu sampai kapan harga cabe tinggi," kata dia.

    Seorang pembeli, Atika Yulia Sari, 20 tahun, mengeluh karena tingginya harga cabe tersebut. Padahal, cabe merupakan salah satu jenis sayuran yang dibutuhkan setiap hari. "Biasanya beli Rp 2.000 sudah banyak, sekarang Rp 5.000 dapatnya sedikit," kata ibu rumah tangga ini.

    Atika berharap harga cabe di wilayahnya kembali normal. Menurut dia, harga cabe saat ini sangat memberatkan pembeli maupun pedagang. "Penghasilan masih tetap, tapi harga-harga kebutuhan pokok terus naik," kata dia. (Baca juga: Cabe Rawit Rp 150 Ribu per Kilo di Ternate)

    ADI WARSONO



    Berita Lainnya:
    Penenggelaman Kapal, Bea Cukai Khawatir Barang Bukti
    Wakil Presiden KAL Dipecat Gara-gara Kacang
    Sel Kamp Nazi dan Lubang Busuk
    Wabah Ebola, Sierra Leone Larang Perayaan Natal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.