Ahok Berangkatkan Marbut Umrah, Apa Syaratnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) duduk bersama Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), saat upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43 di lapangan Silang Monas, Jakarta, 1 Desember 2014. Jajaran aparatur diminta meninggalkan mental priayi dalam melayani tugas dan tanggung jawabnya. ANTARA/Fanny Octavianus

    Presiden Jokowi (tengah) duduk bersama Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), saat upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43 di lapangan Silang Monas, Jakarta, 1 Desember 2014. Jajaran aparatur diminta meninggalkan mental priayi dalam melayani tugas dan tanggung jawabnya. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melepas 30 marbut atau penjaga masjid untuk berangkat umrah di Balai Kota, Selasa, 16 Desember 2014. Para marbut yang berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 18 Desember 2014, ini dianggap lulus seleksi.

    "Program ini yang pertama di Jakarta, tapi waktu saya masih jadi Bupati Belitung Timur, saya juga sering mengumrohkan marbot di sana," kata Ahok. (Baca: Ahok: Kalau Tak Dilarang, Saya Bisa Hafal Al Quran)

    Sebanyak 30 marbut yang diberangkatkan umrah ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Para marbut akan menjalani umrah selama sepuluh hari. Selain itu, tahun ini para marbut juga mendapat insentif sebesar Rp 2,7 juta melalui rekening tabungan. (Baca: Motor Dilarang Lewat HI, Ini Jalur Alternatifnya)

    Salah seorang marbut yang diberangkatkan umrah, Muhammad Hasan Ale, 52 tahun, bersyukur. "Saya benar-benar tidak menduga, sampai terharu bisa dapat kesempatan ini," ucapnya dengan wajah sumringah. Pria yang sehari-hari menjaga Masjid Al Muhajirin, Kampung Mangga, Tugu Selatan, Jakarata Utara, itu menjelaskan terpilih setelah melalui seleksi. (Baca: Daftar Kegagalan Ahok pada Tahun 2014)

    "Sekitar pertengahan tahun lalu saya didatangi petugas," ujar Muhammad. Dia kemudian diminta azan dan membaca Al-Quran. "Syaratnya cuma harus bisa azan dan hafal 10 surat. Azan dan mengaji mah udah kerjaan sehari-hari saya, makanya gampang sekali," dia bercerita. (Baca: Ahok Bongkar Pasang Pegawai Tiap Tiga Bulan)

    Muhammad berharap program serupa bisa rutin dilaksanakan Pemerintah DKI Jakarta. "Baru kali ini saya merasa benar-benar diperhatikan pemerintah, semoga bisa jadi program rutin supaya marbot se-Jakarta bisa berangkat umroh juga." (Baca juga: Ahok: Kelemahan Saya Sudah Cina, Kafir Pula)

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Rekening Gendut Kepala Daerah

    Berita terpopuler lainnya:
    Surat Sakti Agar Golkar Kubu Ical Disahkan Laoly
    Kesaksian WNI Soal Detik-detik Teror di Australia
    Kubu Agung Cabut Gugatan Legalitas Munas Bali
    Dewan Pers: Kasus Karikatur Jakarta Post Distop


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.