Motor Dilarang Lewat HI, Ahok 'Izinkan' Parkir Liar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengendara sepeda motor yang mogok akibat nekat melintasi banjir setinggi lutut orang dewasa di Jalan Abdulah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta, 20 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sejumlah pengendara sepeda motor yang mogok akibat nekat melintasi banjir setinggi lutut orang dewasa di Jalan Abdulah Syafei, Kampung Melayu, Jakarta, 20 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tak melarang munculnya parkir liar sebagai imbas pembatasan sepeda motor di Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, sampai Jalan Medan Merdeka Barat. (Baca: Pembatasan Sepeda Motor di HI Diterapkan 24 Jam)

    "Enggak apa-apa (parkir liar) asal jangan memakan badan jalan atau menutup trotoar," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 16 Desember 2014. "Kalau gara-gara parkir orang yang jalan kaki harus turun ke jalan raya, itu kami tindak." (Baca: Motor Dilarang Lewat HI, Ini Jalur Alternatifnya)

    Mulai hari ini, 17 Desember 2014, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mulai menerapkan pembatasan sepeda motor dari Bunderan HI sampai Medan Merdeka Barat dan sebaliknya. Sebagai gantinya, disediakan 10 bus tingkat gratis untuk mengangkut warga. Disiapkan pula sebelas titik parkir di sepanjang jalan ini. (Baca: Ahok Larang Motor, Pengojek di Kantor Puan Panik)

    Meski tidak melarang parkir liar, Ahok mengisyaratkan pemerintah untuk menyeragamkan tarif parkir. "Kayak di Waduk Melati itu, kan, parkir cuma Rp 5 ribu seharian," ujarnya. "Ke depan pakai sistem elektronik, untuk motor mungkin tidak pakai sistem per jam lagi." Menurut Ahok, penertiban parkir juga akan semakin digencarkan. (Baca: Broadcast Larangan Sepeda Motor di HI Benar tapi Salah)

    Ahok mengaku penertiban parkir yang memakan badan jalan atau trotoar belum efektif. "Gara-gara mobil dereknya masih kurang, anggarannya belum turun." Karena itulah, ujar Ahok, selama ini penertiban parkir liar dilakukan dengan cara-cara, seperti cabut pentil dan penyitaan helm. "Itu kreativitas orang di lapangan, supaya yang parkir sembarangan jera." (Baca juga: Larangan Sepeda Motor, 11 Gedung Parkir Disiapkan)

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:

    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Rekening Gendut Kepala Daerah

    Berita terpopuler lainnya:
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan
    Teror di Sydney, #illridewithyou Cegah Benci Islam 
    Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.