Jika Ahok Masuk Islam,FPI Akui Status Gubernurnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo yang tergabung dalam massa FPI dan FBB mengenakan topeng Ahok saat melakukan aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Pendemo yang tergabung dalam massa FPI dan FBB mengenakan topeng Ahok saat melakukan aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, 24 September 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Jafar Siddiq, menyatakan sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak mungkin memeluk agama Islam. "Pasti munafik itu. Wallahualam, kalaupun seandainya masuk Islam, ya, biar diakui status gubernurnya sama FPI dan orang Jakarta," kata Jafar saat dihubungi, Selasa, 16 Desember 2014. (Baca: Ahok Dua Kali Diusir Saat Masuk Masjid)

    Pernyataan ini disampaikan Jafar menanggapi ucapan Ahok yang setuju dengan konsep agama Islam adalah rahmatan lil alaamin atau memberi rahmat dan kebaikan buat seluruh manusia. "Tapi sayangnya sampai sekarang saya belum dapat hidayah saja," kata Ahok. (Baca: Ahok: Saya Belum Dapat Hidayah)

    Jafar menilai kalaupun benar satu saat nanti Ahok masuk agama Islam, dia menduga ada niat tertentu di balik itu. "Lihat saja istrinya aktivis gereja. Dia Cina asli yang benci Islam. Ya, mana mungkin," kata Jafar. (Baca: Pesan Ahok buat Marbut yang Berangkat Umrah)

    Pada kesempatan berbeda, Ahok mengatakan mulai terbiasa dengan kecaman-kecaman warga yang diterimanya setiap mengeluarkan kebijakan. Warga, kata Ahok, sering kali mengumpat jika keinginannya tak dikabulkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. "Saat seperti itu, kelemahan saya diungkit. Mudah saja, sudah Cina, kafir pula," kata Ahok. (Baca: Ahok: Kelemahan Saya Sudah Cina, Kafir Pula)

    Lantaran itu, Ahok menjadi sasaran empuk kemarahan warga. "Kata orang, seribu teman kurang, satu musuh terlalu banyak. Kalau saya, 50 orang musuh juga tak apa, toh sudah telanjur banyak," ujar Ahok. (Baca: Tiga Ribu Pejabat DKI Turun Pangkat Bulan Ini)

    INDRI MAULIDAR | LINDA HAIRANI | PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:

    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Rekening Gendut Kepala Daerah

    Berita terpopuler lainnya:
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan
    Teror di Sydney, #illridewithyou Cegah Benci Islam 
    Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.