Ahok Mestinya Lakukan Ini Sebelum Batasi Motor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengojek yang bekerja di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Jalan Medan Merdeka Barat, keberatan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang membatasi sepeda motor melintas di jalan protokol tersebut. (Baca: Motor Dilarang Lewat HI, Ahok 'Izinkan' Parkir Liar)

    Seorang tukang ojek di perempatan Sarinah, Subur, 42 tahun, menolak kebijakan Ahok. "Tapi tidak mungkin juga saya bisa ketemu dan ngomong langsung ke dia. Sia-sia saja kami protes, karena tetap akan diterapkan juga," kata Subur kepada Tempo, Selasa 16 Desember 2014. (Baca: Pembatasan Sepeda Motor di HI Diterapkan 24 Jam)

    Menurut Subur sudah 10 tahun menjadi tukang ojek di jalanan sepanjang Thamrin, seharusnya Ahok melakukan survei terlebih dulu ke lapangan dan mendengarkan aspirasi para tukang ojek. Sebab, menurut dia, ada jutaan pengguna sepeda motor yang akan terkena dampaknya. (Baca: Motor Dilarang Lewat HI, Ini Jalur Alternatifnya)

    Gara-gara larangan sepeda motor melintas, Subur pindah mangkal di pojok gedung Badan Pengawas Pemilu, Jakarta Pusat. "Kami sudah bilang ke tukang-tukang ojek di pangkalan situ. Mereka menerima saja karena sama-sama cari nafkah," ujarnya. (Baca: Broadcast Larangan Sepeda Motor di HI Benar tapi Salah)

    Syamsuddin, 52 tahun, pengojek di utara gedung Bawaslu, mengatakan aturan tersebut menyusahkan. "Kalau ke Harmoni harus lewat Jalan Abdul Moeis dulu, akan lebih susah lagi pas arah balik dari Kota, mesti lewat Jalan Juanda, dan Jalan Veteran dulu," katanya. (Baca: Larangan Sepeda Motor, 11 Gedung Parkir Disiapkan)

    RIDHO JUN PRASETYO

    Topik terhangat:

    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Rekening Gendut Kepala Daerah

    Berita terpopuler lainnya:
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan
    Teror di Sydney, #illridewithyou Cegah Benci Islam 
    Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.