Motor Dilarang, Tunggu Bus Tingkat Setengah Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor melintas di depan Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan yang di gembok dan dijaga oleh sejumlah petugas Angkatan Muda Ka'bah di Jakarta, 16 September 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Pengendara sepeda motor melintas di depan Kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan yang di gembok dan dijaga oleh sejumlah petugas Angkatan Muda Ka'bah di Jakarta, 16 September 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh bus tingkat yang disediakan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengangkut pengendara sepeda motor yang tak bisa melintas di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan M.H. Thamrin kurang optimal. (Baca: Motor Masih Bisa Lewat Medan Merdeka Barat)

    Bus tingkat berwarna biru dan kuning kehijauan ini tampak tak banyak mengangkut penumpang. Menurut pantauan Tempo, dalam kurun 90 menit, hanya tiga bus yang terlihat melintasi Jalan Hayam Wuruk menuju Bundaran Hotel Indonesia. (Baca: Gara-gara Ahok, Pengusaha Rugi Rp 190 Triliun)

    Frekuensi bus tingkat yang melewati Jalan Hayam Wuruk rata-rata 30 menit. Padahal sebelumnya, pemerintah menjanjikan frekuensi bus tingkat mencapai 15 menit sekali. Dari ketiga bus tingkat yang dikemudikan oleh perempuan tersebut, terpantau hanya membawa kurang dari 10 penumpang. (Baca: Pelarangan Motor di Jakarta, Petugas Tak Ada Libur)

    Menurut Komandan Unit 74 Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Asravik, jarangnya frekuensi kedatangan bus disebabkan karena ini adalah hari pertama aturan pembatasan kendaraan roda dua. "Bus telah kami sediakan, kalau frekuensinya masih jarang karena ini masih pertama kali," ujar Ali kepada Tempo di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Desember 2014. Kurangnya frekuensi bus, kata Ali, bisa juga disebabkan karena bus terjebak macet di jalan. (Baca juga: Ahok Mestinya Lakukan Ini Sebelum Batasi Motor)

    GANGSAR PARIKESIT

    Topik terhangat:
    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Rekening Gendut Kepala Daerah

    Berita terpopuler lainnya:
    Beda Gaya Jokowi dan SBY di Sebatik 
    Anang Minta Maaf Soal Tayangan Ashanty Melahirkan
    Teror di Sydney, #illridewithyou Cegah Benci Islam
    Menteri Anies ke Nuh: Don't Take It Personally


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.