Tak Bisa Lagi Bayar Tunai di Jalan Tol Semanggi 1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arus lalu lintas di tol dalam kota di Kawasan Semanggi saat contra flow atau sistim melawan arus lalu lintas di Jakarta, Selasa (22/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Arus lalu lintas di tol dalam kota di Kawasan Semanggi saat contra flow atau sistim melawan arus lalu lintas di Jakarta, Selasa (22/5). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerbang Tol Semanggi 1 tak lagi melayani transaksi tunai. Para pengguna jalan tol harus membayar menggunakan tiket elektronik. Di sekitar gerbang tol tersebut sudah terpasang berbagai pemberitahuan. Di antaranya, spanduk bertuliskan "Gerbang Semanggi 1 Hanya Melayani Transaksi Elektronik" dan "Bayar Tunai Bayar di Gerbang Semanggi 2".

    Pemberitahuan juga disampaikan melalui pengeras suara. "Yang terhormat pengguna jalan tol, Gerbang Tol Semanggi 1 khusus untuk GTO (gerbang tol otomatis). Bagi yang ingin menggunakan transaksi tunai, silakan melewati gerbang tol berikutnya," bunyi pengumuman itu, Rabu, 17 Desember 2014.

    Sejumlah pengendara yang hendak masuk jalan tol melalui Gerbang Tol Semanggi 1 tiba-tiba mengalihkan kemudinya. Mereka baru menyadarinya setelah membaca tulisan besar di papan pemberitahuan di depan gardu tol. Mobil-mobil tersebut banting setir ke kiri menuju Gerbang Tol Semanggi 2 yang berjarak sekitar 1 kilometer.

    General Manager PT Jasa Marga Cawang-Tomang-Cengkareng Agus Purnomo mengatakan kebijakan tersebut dilaksanakan untuk mengurangi antrean di Gerbang Tol Semanggi 1. "Selama ini, antrean di gerbang tersebut selalu panjang," ujarnya.

    Dengan transaksi melalui tiket elektronik, menurut Agus, waktu transaksi di gardu tol bisa dipercepat. Pada pembayaran manual, setiap jamnya, satu gardu bisa melayani 300 kendaraan. "Kalau pakai elektronik, bisa lebih dari dua kali lipatnya," tuturnya. Tepatnya, bisa mencapai 600-800 kendaraan setiap jam.

    Selain itu, transaksi tunai pun memakan waktu sekitar 12 detik sekali transaksi. "Kalau pakai elektronik, cuma 3 detik," kata Agus. Karena itu, Agus meyakini pemberlakuan gerbang full GTO di Gerbang Tol Semanggi 1 bisa mengurangi antrean dan mempercepat transaksi.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik terhangat:

    Longsor Banjarnegara | Teror Australia | Pembatasan Motor | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Imam Prasodjo Ucapkan Innalillahi... pada KPK
    Beda Cara Jokowi dan SBY Meredam Rupiah Jeblok 
    Gara-gara Ahok, Pengusaha Rugi Rp 190 Triliun 
    Ah Poong Sentul Bogor Disegel


  • Tol
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.