Natal, Gereja yang Pernah Diteror Bom Dijaga Ketat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kepolisian bersama seekor anjing pelacak (K-9) melakukan sterilisasi di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (24/12). Sterilisasi gereja ini sebagai pengamanan guna menghindari hal-hal tak diinginkan selama perayaan Hari Natal 2013. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Anggota Kepolisian bersama seekor anjing pelacak (K-9) melakukan sterilisasi di Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (24/12). Sterilisasi gereja ini sebagai pengamanan guna menghindari hal-hal tak diinginkan selama perayaan Hari Natal 2013. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Jakarta Timur memiliki gereja prioritas yang dijaga ketat selama Operasi Lilin 2014 yang diadakan menjelang Natal. "Gereja prioritas ialah Santa Anna Duren Sawit, Santo Yosef Matraman, Koinonia Jatinegara, HKBP Makassar, Oikumene Halim Perdanakusuma," kata Kepala Bagian Humas Kepolisian Jakarta Timur Komisaris Sri Bhayakari di kantornya, Kamis, 18 Desember 2014.

    Status prioritas, kata Sri, diberlakukan karena lima gereja tersebut pernah menerima teror bom pada awal 2000. "Penjagaan ketat dilakukan agar kepolisian tak kecolongan lagi," kata dia.

    Kepolisian Jakarta Timur akan mengerahkan dua per tiga personel yang dimiliki dari total 2 ribu personel. "Sehingga ada 1.200 pasukan yang khusus mengamankan perayaan Natal di sekitar 188 gereja di Jakarta Timur," Sri menjelaskan. (Baca: Natal, Polisi Amankan 1.960 Gereja di Jakarta)

    Sri mengimbau agar masyarakat ikut membantu pengamanan perayaan Natal. Dia mencontohkan, gereja terbesar di Jakarta Timur yakni Gereja Santo Robertus Bellarminus, Cililitan, tak mendapat pengawalan khusus kendati berada di tengah perkampungan. "Gereja itu berhasil merangkul masyarakat sekitar dengan kegiatan sosial rutin sehingga mereka ikut menjaga saat ada perayaan keagamaan," ujarnya. (Baca: Perayaan Tahun Baru, Polisi Razia Petasan)

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Lainnya:
    JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobok?
    Tiga Persamaan Heboh Acara Anang dan Raffi Ahmad
    Rupiah Jeblok, SBY Bela Jokowi
    Ormas Larang ISI Yogya Putar Film Senyap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.