Penusuk Pelajar di Metro Mini Buang Barang Bukti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka penodongan dan penusukan pelajar SMA di Metro Mini 52 jurusan Kampung Melayu-Cakung, Muhamad Saparudin Tampubolon alias Iteng, 19 tahun, menghilangkan barang bukti kejahatannya karena takut dan panik terhadap perbuatannya. Dia membuang pisau dan kaus yang berlumuran darah di selokan dekat rumahnya.

    "Pisau dan kaos putih yang dimaksud tak dapat ditemukan karena diduga telah terbuang dengan sampah lainnya di dalam selokan," kata Kanit Reskrim Ajun Komisaris Chalid Thayib di Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 18 Desember 2014.

    Berdasarkan pengakuan pelaku, Chalid mengatakan pisau dengan panjang sekitar 20 sentimeter beserta sarungnya dibuang pelaku di pinggiran Pasar Kaget Prapatan Satu, Perumnas, Klender. Sedangkan, kaus putih pelaku yang berlumuran darah dibuang di selokan Jalan H Hasan, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dekat rumahnya.

    Adapun, pelaku mengenakan setelan jaket berwarna biru dengan kaus putih saat kejadian. Ketika sampai di rumah seusai menusuk korban, pelaku sudah mengenakan kaus hitam dan langsung mencuci jaket birunya.

    Jaket biru dapat ditemukan di rumahnya dan sudah dibawa ke kantor polisi sebagai barang bukti. Pelaku mengaku menggunakan jaket itu untuk menutupi pisau yang berlumuran darah serta tangannya saat turun dari Metro Mini.

    Penyidik polsek Duren Sawit sempat menyusuri jalan yang dimaksud untuk mengecek keberadaan barang bukti tersebut. Tapi, hasilnya nihil. Berdasarkan keterangan warga, kaus dan pisau yang dibuang di pinggiran jalan itu sudah diangkut truk sampah yang biasa lewat di sana. (Baca: Penusuk Pelajar di Metro Mini Pernah Dibui)

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Berita Lainnya:
    Penusuk Pelajar di Metro Mini Pernah Dibui
    Ahok Batasi Sepeda Motor, Lulung Beri Solusi
    Tak Bisa Lagi Bayar Tunai di Jalan Tol Semanggi 1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.