Jakarta Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awan Cumulonimbus memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta pada (29/1). Awan tersebut merupakan pembentuk hujan yang mengguyur Pulau Jawa sehingga menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. BMKG memprediksikan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur pulau Jawa hingga awal bulan Februari. (TEMPO/Aris Andrianto)

    Awan Cumulonimbus memenuhi langit Pulau Jawa termasuk Jakarta pada (29/1). Awan tersebut merupakan pembentuk hujan yang mengguyur Pulau Jawa sehingga menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. BMKG memprediksikan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur pulau Jawa hingga awal bulan Februari. (TEMPO/Aris Andrianto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan, selepas siang hingga malam hari, Jumat, 19 Desember 2014, seluruh DKI Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Pagi ini, cuaca di DKI masih cerah berawan, kecuali di Kepulauan Seribu yang sudah mulai diguyur hujan ringan.

    Siang nanti, hujan ringan akan mengguyur Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Hujan diperkirakan berlangsung hingga malam hari Namun, hujan dengan intensitas yang lebih tinggi akan mengguyur Jakarta Selatan. Namun, pada malam hari, intensitas hujan berkurang menjadi ringan.

    Hujan ringan hingga sedang yng mengguyur DKI membuat suhu udara di Jakarta berada pada 23-33 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 68-97 persen. (Baca: Jabodetabek Diguyur Hujan, Jakarta Terancam Banjir)

    Hujan dengan intensitas sedang juga akan mengguyur Bogor, Tangerang, dan Depok. Di Bekasi, hujan diawali dengan intensitas ringan dan meningkat menjadi sedang.

    Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan puncak hujan di Jabodetabek diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2015. "Februari-Maret umumnya sudah mulai berkurang hujannya," ujarnya.

    Namun, berdasarkan tren umum lima tahun terakhir ini, terjadi peningkatan curah hujan. "Tapi waktu turun hujannya berkurang atau jumlah hari hujannya berkurang, tapi curah hujan yang turun lebih banyak," tuturnya.

    AFRILIA SURYANIS
     
    Berita lain:
    Ke Mana 'Rekening Gendut' Artis Diinvestasikan?
    Jokowi: Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi, Faktanya...
    Sebut Pilot Kampret, Dhani Disuruh Beli Pesawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.