Kampus UKI Diserang Gerombolan, Pos Jaga Dirusak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kampus UKI Cawang, Jakarta, 18 Desember 2014. Ditemukan juga dua karung berisi botol bekas minuman keras di salah satu ruangan di Fakultas Teknik yang diduga akan dijadikan bom molotov saat melakukan unjuk rasa. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Suasana Kampus UKI Cawang, Jakarta, 18 Desember 2014. Ditemukan juga dua karung berisi botol bekas minuman keras di salah satu ruangan di Fakultas Teknik yang diduga akan dijadikan bom molotov saat melakukan unjuk rasa. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Segerombolan pria tak dikenal masuk ke lingkungan kampus  Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, Jumat dinihari, 19 Desember 2014. Gerombolan itu merusak pos keamanan dan mencoret-coret tembok kampus. “Pintu gerbang kampus sudah digembok, tapi mereka masuk lewat rumah sakit,” kata Rektor UKI Maruarar Siahaan.

    Maruarar menduga perusakan itu berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional pada Kamis, 18 Desember 2014. Dalam penggeledahan itu, BNN menemukan narkoba. “Mereka pasti terkait bisnis narkoba, karena coretan-coretan di tembok lebih kepada BNN, seperti 'Kami tidak memerlukan BNN',” ujarnya. (Baca juga: Narkoba UKI, Barang Bukti Ditemukan Anjing Pelacak)

    Berdasarkan dugaan itulah Maruarar memperkirakan pelaku perusakan adalah kelompok alumnus. Bahkan ada saksi mata yang mengenali beberapa  pelaku. “Ada satu-dua orang yang dikenali oleh satpam kami. Jadi ada alumnus dan ada mahasiswa DO (drop out)),” kata Maruarar.

    Selain merusak fasilitas kampus, kata Maruarar, beberapa pelaku juga menyerang dan memukuli petugas keamanan kampus. “Mereka luka sedikit, tapi tidak apa-apa,” kata Maruarar. Saat ini petugas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur tengah menyelidiki kasus perusakan tersebut. 

    AFRILIA SURYANIS

    Berita lain:
    Dihujat FPI Soal Natal, Jokowi Dibela Ketua NU
    Pilot Dimaki Dhani, Garuda: Baru Pertama Terjadi
    Soal Natal, FPI Anggap Presiden Jokowi Murtad  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.