Sambut Banjir, 100 Perahu Karet Siaga di Jakut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengendara  mendorong motor yang mogok diantara barisan truk yang terjebak   banjir setinggi 60 cm di jalan Bhayangkara, Koja, Jakarta Utara (03/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    Seorang pengendara mendorong motor yang mogok diantara barisan truk yang terjebak banjir setinggi 60 cm di jalan Bhayangkara, Koja, Jakarta Utara (03/12). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Utara menyatakan telah bersiap diri menyambut bencana banjir yang diperkirakan akan hadir di wilayah Ibu Kota pada Januari mendatang.

    Dalam rapat koordinasi persiapan banjir di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memang telah menetapkan siaga darurat banjir untuk Jakarta terhitung 1 Januari 2015.

    "Kami siagakan seratus unit perahu karet," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara Frans Hodden Silalahi, Sabtu, 20 Desember 2014. (Baca : Ahok Potong Birokrasi Proyek Banjir | -metro- | Tempo.co)

    Tak hanya menyiagakan perahu karet, Frans meminta seluruh petugas waspada jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Pasalnya, Frans menambahkan, kawasan Jakarta Utara memang menyimpan potensi besar terendam banjir, karena dilintasi 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta. Beberapa kawasan yang berpotensi terendam banjir itu, antara lain daerah Muara Angke dan Pluit.

    "Saya harus mengecek ulang data. Tapi tak cuma dua daerah itu yang rawan. Merujuk pada banjir tahun lalu, hampir 80 persen wilayah kami (berpotensi banjir)," kata Frans. "Karena Jakarta Utara tak hanya terkena dampak luapan sungai, tapi juga rob dari laut."

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan puncak musim penghujan di kawasan Jakarta dan sekitarnya akan terjadi pada sepuluh hari terakhir Januari dan sepuluh hari pertama Februari. Pada saat itu, menurut BMKG, konsentrasi awan hujan mulai terjadi di wilayah selatan Jakarta. Curah hujan rata-rata pada akhir bulan itu diperkirakan bisa mencapai 400-500 mm.

    ARIE FIRDAUS

    Berita Terpopuler
    Atribut Natal di Mal, FPI: Kami Tak Ikut Campur 
    Banyak Ditemukan Ponsel, Penjara Butuh Detektor 
    Diduga Terlibat Judi Togel, DKJ Nonaktifkan Hanna 
    Perampok Berkedok Sales Tewas Dikeroyok Massa  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.