Warga Bantaran Kali Apuran Diminta Kosongkan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusunawa Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta. (kompas.com)

    Rusunawa Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta. (kompas.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penduduk yang tinggal di bantaran Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat, hari ini, Ahad, 21 Desember 2014, diminta untuk mengosongkan tempat tinggal masing-masing. Pengosongan itu dilakukan karena lahan tempat tinggal mereka terkena proyek pelebaran Kali Apuran. "Kami diberi waktu sampai jam 12 malam untuk beresin barang," kata Purwati, 33 tahun, warga RT 08 RW 10, Kelurahan Kapuk.

    Pelebaran Kali Apuran itu adalah bagian dari program Pemerintah DKI Jakarta untuk menyelesaikan proyek penanganan banjir. Di wilayah Kedaung Kali Angke ada 991 keluarga yang akan digusur meliputi warga RW 01 yang terdiri dari RT 02, 05, dan RW 07 yang terdiri dari RT 09, 13, 14, dan 16. Sementara di Kelurahan Kapuk setidaknya ada 500 keluarga meliputi warga RW 07 yang terdiri dari RT 04, 05, 06, serta RW 10 yang terdiri dari RT 04, 05, 08, 09, dan 16.

    Imbas dari penggusuran itu, warga dipindah ke Rusun Daan Mogot. Namun, hingga Rabu, 17 Desember 2014, baru 104 unit kunci rusun yang siap dihuni. Lima tower yang masing-masing berkapasitas 80 pintu dijadwalkan baru rampung Februari 2015. (Baca juga: Ratusan Warga Kali Apuran Berkemas-kemas)

    Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi pernah menyarankan warga yang belum mendapat unit rusun untuk mengontrak rumah terlebih dahulu. Sementara Camat Cengkareng Ali Maulana Hakim, memastikan pembongkaran bangunan rumah warga dilaksanakan pada 22 Desember ini. "Sudah ada koordinasi dengan satuan pengamanan," kata Ali. 

    DINI PRAMITA

    Berita lain:
    Ical, Lumpur Lapindo, dan Pemberi Harapan Palsu
    3 Dalih Pemerintah Jokowi Talangi Utang Lapindo
    Alasan TNI AL Tak Penuhi Permintaan Menteri Susi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.