Pemerintah Bekasi Akan Bongkar Gudang untuk SMA 18

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Bekasi - Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji mengatakan pihaknya akan membongkar gudang milik swasta dan bangunan lain di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) pemerintah di Rukun Warga 04, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur pada hari Senin, 22 Desember 2014.

    Gudang tersebut harus dibongkar, kata dia, karena di atas lahan seluas 5.000 meter persegi itu segera dibangun gedung Sekolah Menengah Atas Negeri 18. "Besok akan dibersihan," kata Rayendra, Ahad, 21 Desember 2014. (Baca: Wali Kota Bekasi Ngotot Bangun Gedung SMA Negeri 18)

    Memang, kata dia, beberapa bulan lalu pemerintah sempat mendapat perlawanan dari warga yang mendapatkan keuntungan dari penyewaan fasos-fasum tersebut. Namun, saat lahan tersebut akan digunakan oleh pemerintah, apalagi untuk membangun sekolah, maka seluruh bangunan di atasnya harus dibongkar. "Agar secepatnya bisa dibangun. Kasihan siswanya sudah empat tahun menumpang di SD Inpres," kata Rayendra. (Baca: SMA Negeri Bekasi Tiga Tahun Menumpang di Ruang SD)

    Ia mengatakan pembangunan gedung baru tersebut ditargetkan rampung pada tahun ajaran baru 2015/2016. Dana pembangunannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, melainkan murni dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta, yakni PT Metropolitan Land Tbk.

    Kepala Bidang Bina Program pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Agus Enap, mengatakan lahan seluas 5.000 meter cukup untuk bangunan SMAN 18 yang membutuhkan 27 ruang kelas. "Untuk tahap awal minimal dibuatkan 12 ruang," kata Agus. "Satu ruang untuk guru, dan 11 ruang untuk proses belajar-mengajar."

    Menurut Agus, saat ini jumlah rombongan belajar di SMAN 18 mencapai 11 kelas, setiap kelas terdapat 40 siswa. Karena pemerintah kesulitan mencari lahan, sejak empat tahun lalu sekolah itu menumpang di Sekolah Dasar Negeri VI Bekasi Jaya, Bekasi Timur.

    Proses kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergantian setelah siswa SD pulang. Seluruh kebutuhan SMAN 18 juga masih menumpang di SMAN 1, termasuk ijazahnya masih dikeluarkan oleh SMAN 1 Bekasi. “Kebutuhan gedung baru sangat mendesak,” katanya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.