Gubernur FPI Pantang Ucap Selamat Natal ke Ahok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubenur DKI Jakarta tandingan Ahok versi FPI dan GMJ, Fahrurrozi Ishaq menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta, 3 Desember 2014. Rozi mengatakan bahwa Ahok adalah gubenurnya Jokowi kerena dilantik di istana, sedangkan Rozi dilantik sebagai gubenur oleh rakyat secara hukum agama dan hukum negara. TEMPO/Dasaril Roszandi.

    Gubenur DKI Jakarta tandingan Ahok versi FPI dan GMJ, Fahrurrozi Ishaq menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta, 3 Desember 2014. Rozi mengatakan bahwa Ahok adalah gubenurnya Jokowi kerena dilantik di istana, sedangkan Rozi dilantik sebagai gubenur oleh rakyat secara hukum agama dan hukum negara. TEMPO/Dasaril Roszandi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta versi Front Pembela Islam (FPI), Fahrurrozi Ishaq, melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristen.

    Menurut Fahrurrozi, pelarangan itu mengacu fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dikeluarkan Buya Hamka pada 7 Maret 1981. "Bagi umat Islam, hukumnya haram mengucapkan selamat Natal," katanya kepada Tempo, Senin, 22 Desember 2014. (Baca: Pohon Natal dari Akar Pohon Jati Laku Keras)

    Fatwa tersebut berisi larangan penggunaan aksesori Natal, ucapan selamat Natal, membantu orang Nasrani dalam perayaan dan pengamanan Natal, serta imbauan agar pengusaha tidak memaksa karyawan muslim menggunakan aksesori Natal. (Baca: Natal, Intelijen Polisi Antisipasi Teror)

    Menurut Fahrurrozi, fatwa yang dikeluarkan Buya Hamka saat menjabat Ketua MUI belum dicabut hingga kini. Jadi, mantan Wakil Ketua Majelis Syariat Partai Persatuan Pembangunan itu mengimbau umat Islam berpegang pada fatwa Buya Hamka itu. (Baca: Karyawan Pakai Atribut Natal, Mau Tak Apa, Dipaksa Jangan)

    Sebelumnya, larangan yang sama dikeluarkan oleh Jemaah Ansharusy Syariah (JAS). Kelompok sempalan Jamaah Ansharus Tauhid pimpinan Abu Bakar Baasyir tersebut meminta umat Islam tak mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani. (Baca: Gus Sholah: Jangan Melarang Ucapkan Selamat Natal)

    Acuan yang dipakai JAS dan Fahrurrozi sama, yakni fatwa MUI yang diterbitkan Buya Hamka. Bahkan kelompok ini tak memperbolehkan ada atribut atau aksesori Natal di tempat umum. (Baca juga: Putra Kate Middleton Dapat Kado Natal Senilai Rp 90 Juta)

    RAYMUNDUS RIKANG

    Topik terhangat:
    KSAL Baru | Lumpur Lapindo | Perayaan Natal | Susi Pudjiastuti | Kasus Munir

    Berita terpopuler lainnya:
    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau' 
    10 Penemuan Ilmiah Paling Menghebohkan 2014
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.