Hari Ibu, Mahasiswa Bagikan Bunga di Bundaran HI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu berlomba mencium anaknya di Tk Al- Hakim, Tangerang, Banten, 19 Desember 2014. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari Ibu nasional. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Seorang ibu berlomba mencium anaknya di Tk Al- Hakim, Tangerang, Banten, 19 Desember 2014. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari Ibu nasional. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 50 mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Jakarta (STAINU) dan Pondok Pesantren Assidiqiyah, Jakarta, membagikan bunga dan gantungan kunci kepada pengendara yang melintas di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 22 Desember 2014. Pembagian bunga dan gantungan kunci tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada hari ini.

    Koordinator mahasiswa, Susan Fitriani, mengatakan aksi damai tersebut dilakukan untuk mengingatkan pengendara yang melewati Bunderan HI bahwa Senin ini merupakan Hari Ibu. "Sasaran kami tidak langsung kepada ibu, namun anak," ujar Susan kepada Tempo, Senin, 22 Desember 2014. (Baca: Ditanya Idola, Djarot: Ibu, Ibu, Baru Bapak)

    Susan menuturkan 200 bunga dan 200 gantungan kunci yang dibagikan merupakan buatan mahasiswa STAINU dan Pondok Pesantren Assidiqiyah. "Walaupun bunga dan gantungan kunci ini tak mahal, yang penting bisa berkesan bagi pengendara," kata mahasiswa jurusan Perbankan Syariah STAINU itu. Susan berharap, melalui aksi damai tersebut, pengendara yang melintas di Bundaran HI bisa terinspirasi dan meneladani ibu. (Baca: Hari Ibu, Menteri Lukman: Al-Ummu Madrasatul Ula)

    Dari pantauan Tempo, pembagian bunga, gantungan kunci, dan orasi hanya berlangsung 30 menit sejak pukul 10.00 WIB. Beberapa mahasiswa membawa bendera berwarna kuning dengan logo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Selain itu, tampak seorang mahasiswa berorasi dengan menggunakan kebaya. (Baca juga: Jokowi Selalu Melakukan Ini kepada Ibunya)

    GANGSAR PARIKESIT

    Topik terhangat:
    KSAL Baru | Lumpur Lapindo | Perayaan Natal | Susi Pudjiastuti | Kasus Munir

    Berita terpopuler lainnya:
    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau' 
    10 Penemuan Ilmiah Paling Menghebohkan 2014
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.