Kampung Pulo Terendam Banjir 2 Meter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir masih menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Banjir masih menggenangi kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa 5 Agustus 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir menggenangi wilayah Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin, 22 Desember 2014. Seorang warga Kampung Pulo, Gang II, Fatma, 67 tahun, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB.

    "Tadi airnya sempat setinggi 2,8 meter. Cepat sekali datangnya," ujar Fatma. Dia mengaku telah menerima informasi ketinggian air di Bendung Katulampa sejak Ahad malam pukul 20.00 WIB. (Baca: Inilah Skenario Banjir Jakarta pada 2015)

    Warga RT 05 RW 02 tersebut mengaku air mulai surut sekitar pukul 10.00 WIB. Wanita yang menetap di Kampung Pulo sejak kecil ini menuturkan belum mengungsi karena ketinggian air tak sampai 4 meter. (Baca: Awas, Jakarta Siaga Banjir Mulai 1 Januari 2015)

    "Saya baru ngungsi kalau air sudah masuk rumah, kalau sudah sekitar 4 meter tinggi airnya," tutur Fatma. Sebelum ketinggian air mencapai 4 meter, Fatma memilih berada di lantai 2 rumahnya. (Baca: Djarot Pimpin Rapat Antisipasi Banjir Jakarta)

    Ibu dari tiga orang anak ini mengaku mau direlokasi pemerintah jika memang ditempatkan di Rumah Susun Sewa Kampung Melayu atau Rusunawa Jatinegara. "Saya dapet infonya dipindah ke rusun di Kebon Nanas. Enggak tahu sudah siap apa tidak. Padahal saya maunya di Kampung Melayu." (Baca: Air Ciliwung Naik, Warga Kampung Pulo Masih Santai)

    MAYA NAWANGWULAN

    Topik terhangat:
    KSAL Baru | Lumpur Lapindo | Perayaan Natal | Susi Pudjiastuti | Kasus Munir

    Berita terpopuler lainnya:
    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau' 
    10 Penemuan Ilmiah Paling Menghebohkan 2014
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.