Digusur, Warga Kali Angke Hadang Alat Berat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membongkar rumahnya sendiri sebelum dilakukan eksekusi penggusuran bangunan liar oleh satpol pp di Kali Angke, Jakarta Barat, 17 Desember 2014. Warga mulai meninggalkan rumah mereka dan menempati rusun Daan Mogot yang telah disediakan pemerintah. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Warga membongkar rumahnya sendiri sebelum dilakukan eksekusi penggusuran bangunan liar oleh satpol pp di Kali Angke, Jakarta Barat, 17 Desember 2014. Warga mulai meninggalkan rumah mereka dan menempati rusun Daan Mogot yang telah disediakan pemerintah. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Proses penggusuran permukiman warga di bantaran Kali Apuran, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, terhambat. Hambatan itu muncul karena warga menghalangi alat berat yang akan masuk ke permukiman. Alat berat itu digunakan untuk merobohkan bangunan.

    "Kami kan akan direlokasi ke rusun, tapi rusunnya saja belum siap. Kalau rumah kami digusur, kami nanti tinggal di mana," kata Zaelani, 42 tahun, tokoh masyarakat setempat menjelaskan alasan warga menolak penggusuran hari ini, 22 Desember 2014.

    Menurut Zaelani, sejak pagi warga sudah bersiaga. Dia sendiri terus berkoordinasi dengan warga menggunakan telepon genggam, untuk mencegah masuknya alat berat. (Baca juga: Warga Kali Angke Periksa Wartawan, Ada Apa?)

    Zaelani mengatakan warga sama sekali tidak berniat melawan pemerintah yang akan membersihkan bantaran Kali Apuran dari bangunan tempat tinggal. Hanya saya mereka meminta kejelasan tempat tinggal setelah rumah mereka digusur. (Baca juga: Warga Bantaran Kali Apuran Diminta Kosongkan Rumah)

    Pemerintah memang menjanjikan akan merelokasi seluruh warga ke rumah susun Daan Mogot. Namun rumah susun itu sampai sekarang masih dalam proses pembangunan dan belum siap dihuni. Warga khawatir jika rumah mereka dirobohkan, mereka tidak bisa punya tempat untuk berteduh.

    "Kalau rusun belum siap, ya tolong jangan dipaksakan. Ditunda dulu sampai kami jelas akan tinggal di mana setelah dibongkar," kata Niham, 59 tahun, warga RT 13.

    DINI PRAMITA 

    Berita lain:
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax
    Jokowi Janjikan Eva Bande Bebas di Hari Ibu
    Jokowi Gampang Diobok-obok, Ini Sebabnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.