Natal dan Tahun Baru, Polisi Gelar Operasi Lilin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigadir Polisi bermotor hormat saat ikuti Apel kesiapan operasi ketupat 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 3 Juli 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Brigadir Polisi bermotor hormat saat ikuti Apel kesiapan operasi ketupat 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, 3 Juli 2014. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menggelar Operasi Lilin Jaya 2014, mulai 23 Desember 2014 hingga 2 Januari 2014. Operasi ini digelar untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan operasi itu akan menurunkan sebanyak 3.943 personel gabungan. Anggota personel itu terdiri dari 3.051 anggota Polda Metro, 482 anggota Mabes Polri, 120 anggota TNI, dan 290 orang dari Pemerintah DKI Jakarta.

    "Upacara apel operasi lilin akan digelar besok pagi (23 Desember) di lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," kata Rikwanto di kantornya, Senin, 22 Desember 2014. Upacara akan dipimpin oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman.

    Rikwanto menjelaskan ada sebanyak 1.680 gereja yang digunakan untuk perayaan Natal. Gereja itu tersebar di Jakarta Utara 271, Jakarta Pusat 125, Jakarta Barat 219, Jakarta Timur 182, Jakarta Selatan 151, Depok 133, Kota Tangerang 126, Kabupaten Tangerang 91, Kota Bekasi 259, dan Kabupaten Bekasi 123.

    "Personil akan kami sebar dan penebalan personil akan dilakukan di beberapa gereja yang dianggap rawan," ujarnya. (Baca: Polda Kerahkan Ribuan personil Jaga Gereja)

    AFRILIA SURYANIS

    Baca berita lainnya:
    Ical, Lumpur Lapindo, dan Pemberi Harapan Palsu
    3 Dalih Pemerintah Jokowi Talangi Utang Lapindo

    Alasan TNI AL Tak Penuhi Permintaan Menteri Susi

    'Kalau Lapindo Salah, Kamu Pikir Jokowi Mau'

    Muhammadiyah Tak Haramkan Muslim Ucapkan Natal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.