Natal, Ragunan Batal Gunakan Tiket Elektronik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran, seekor bayi gajah Sumatra, bermain bersama induknya di kandang Gajah Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (12/3). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pangeran, seekor bayi gajah Sumatra, bermain bersama induknya di kandang Gajah Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (12/3). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan tak jadi menggunakan tiket elektronik mulai hari Natal ini, Kamis, 25 Desember 2014. Juru bicara Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan penggunaan tiket itu diundur pada tahun baru nanti.

    "Kami harap saat itu sudah bisa digunakan," kata Wahyudi, saat dihubungi Kamis, 25 Desember 2014.

    Wahyudi mengatakan masih ada persiapan yang sedang dilakukan oleh Ragunan, seperti pelatihan bagi petugas. Adapun alat untuk memasukkan tiket itu sudah dipasang di pintu masuk. "Sudah siap kit-nya, nanti bentuknya berputar seperti pintu di KRL," ujarnya.

    Nantinya, kata dia, Ragunan tak lagi menggunakan tiket kertas. Tiket akan diganti menjadi kartu elektronik sekali pakai. Pengunjung tinggal memasukkan tiket itu ke lubang di pintu masuk putar. Tiket ini nantinya akan diambil dan diisi ulang lagi oleh petugas untuk dijual kembali.

    Ragunan semula berencana memberlakukan tiket elektronik mulai libur Natal tahun ini. Meski berubah bentuk, harga tiketnya akan tetap sama, pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp 4 ribu, dan Rp 3 ribu untuk anak-anak.

    Wahyudi berharap dengan sistem ini pengunjung akan lebih tertib dan nyaman saat mengantre di pintu masuk. "Tak perlu dorong-dorongan," ujarnya.

    NUR ALFIYAH

    Berita Lain
    KPK: Tiga Lembaga ini Tak Dukung Menteri Susi
    Reklamasi Teluk Benoa, Apa Kata Menteri Susi?
    PlayStation Now Hadir di Smart TV Samsung 2015
    Menteri Pariwisata Target 10 Juta Wisman di 2015


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.