Sewindu, Dua Kali Kereta Bablas di Stasiun Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokomotif kereta Bangunkarta menerobos batas pemberhentian kereta hingga menabrak ruang tunggu penumpang di Stasiun Jakarta Kota, 26 Desember 2014. Kecelakaan tersebut terjadi saat rangkaian kereta akan langsir dan tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. TEMPO/Frannoto

    Lokomotif kereta Bangunkarta menerobos batas pemberhentian kereta hingga menabrak ruang tunggu penumpang di Stasiun Jakarta Kota, 26 Desember 2014. Kecelakaan tersebut terjadi saat rangkaian kereta akan langsir dan tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lokomotif kereta diesel bernomor CC2019907 anjlok dan menabrak peron Stasiun Kota, Jakarta Barat, pada Jumat, 26 Desember 2014. Kecelakaan ini terjadi saat lokomotif langsir atau pindah jalur. (Baca: Lokomotif Kereta Bablas, Nabrak Peron Stasiun Kota)

    Di Stasiun Kota, peristiwa semacam ini ternyata sudah dua kali terjadi. Lokasinya pun sama, yakni jalur 10. Belum diketahui apa sebab insiden semacam ini bisa berulang di tempat yang sama. (Baca: Kereta Bablas di Stasiun Kota saat Langsir.)

    Peristiwa "kereta bablas" di Stasiun Kota terjadi pertama kali pada Selasa, 2 Januari 2007. Saat itu, kereta komuter nomor 241 rute Jakarta-Bojong Gede anjlok di jalur 10. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian itu. Diduga penyebabnya adalah rem blong.

    Hampir delapan tahun atau sewindu kemudian peristiwa serupa terulang. Kali ini giliran lokomotif CC2019907 yang anjlok saat langsir. Juru bicara PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional I, Agus Komarudin, belum bisa memastikan penyebab anjloknya lokomotif tersebut. “Bisa jadi remnya blong atau relnya bermasalah,” katanya.

    Di luar Stasiun Kota, kecelakaan semacam ini terjadi pada 21 November 2014. Saat itu, lokomotif CC206 yang menuju Dipo Jatinegara anjlok di dekat Stasiun Jayakarta. Sebelumnya, lokomotif itu menarik kereta Parahyangan ke Stasiun Kota. Akibatnya, perjalanan kereta sempat terganggu selama beberapa jam.

    PRAGA UTAMA

    Berita Utama
    Mundur dari Dunia Hiburan, Artis Ini Pilih Mengaji 
    'King Suleiman' di ANTV Diprotes, Ini Sikap KPI 
    Tantang SBY, Max Sopacua: Saya Tak Mau Buang Waktu  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.