Malam Tahun Baru, Jakarta Berawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga menyaksikan pesta kembang api pada malam tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, (31/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ribuan warga menyaksikan pesta kembang api pada malam tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, (31/12). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di DKI Jakarta berawan pada malam pergantian tahun nanti.

    Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  Mulyono Prabowo, mengatakan, pada Rabu malam, 31 Desember 2014, potensi hujan akan sedikit menurun. "Cuaca pada hari itu diprediksi tak selembap hari-hari lain yang intensitas hujannya tinggi," kata Mulyono saat dihubungi Tempo, Sabtu, 27 Desember 2014.

    Namun, Mulyono mengatakan, warga Jakarta harus tetap waspada karena masih ada potensi hujan ringan pada malam pergantian tahun. Karena itu, bagi warga yang ingin menghabiskan akhir tahun di ruang terbuka, harap berhati-hati terhadap perubahan kondisi cuaca.

    Selama satu pekan ke depan, potensi hujan di ibu kota sebagian besar terjadi pada sore hari. Intensitasnya beragam, mulai dari hujan ringan hingga lebat. Menurut Mulyono, yang penting adalah warga tetap waspada terhadap potensi banjir menjelang puncak musim penghujan ini. "Warga yang tinggal di bantaran kali yang rendah (Kampung Pulo, Kampung Melayu, dan Kalibata) adalah warga yang paling kena dampak banjir," kata dia.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Topik terhangat:

    Banjir | Natal dan Tahun Baru | 10 Tahun Tsunami | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Minta Apa pun Saya Beri, Asal Swasembada
    Memperkosa, Petugas Bandara Terancam 12 Tahun Bui
    Reaksi Jokowi Soal Namanya yang Dicatut Gajah 
    Tanggul Lapindo Jebol, Ical Liburan ke Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.