Kenapa 6 Terduga ISIS Belum Jadi Tersangka?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Densus 88 menjemput terduga teroris warga negara asing asal Turki  yang terlibat Jaringan Islamic State o Iraq and Syiriah (ISIS) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 14 September. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Densus 88 menjemput terduga teroris warga negara asing asal Turki yang terlibat Jaringan Islamic State o Iraq and Syiriah (ISIS) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 14 September. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya belum menetapkan status tersangka terhadap enam orang yang diduga akan bergabung dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka ditangkap saat hendak terbang ke Suriah di Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu dinihari, 27 Desember 2014

    Keenam orang itu adalah Muhammad Imran alias Abdul Jabbar Rauf Sutarman; Nurlaeli alias Ratna Pratiwi Sulaiman; Ainun Mardiyah alias Nabil Ayip Jabbar; Ashar alias Ashar Jamil Lahar; Muhammad Ashar Bathiar; dan Ahmad Abdullah Halido Bunaha. (Baca: Enam Terduga ISIS Dijanjikan Gaji Rp 20 Juta)

    "Mereka belum menjadi tersangka karena bisa saja mereka korban atas bujukan orang tertentu sehingga pergi ke Suriah dengan dokumen palsu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di kantornya, Sabtu. (Baca: Ini Alasan Enam Terduga ISIS Pakai Identitas Palsu)

    Rikwanto menjelaskan kepergian mereka ke Suriah dengan menggunakan identitas dan paspor yang tidak sesuai atau palsu. "Enam paspor sudah disita," ujarnya. Mereka bisa dijerat Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman 7 tahun penjara. (Baca: Enam Terduga ISIS Akan ke Suriah Lewat Doha, Qatar)

    Selain itu, mereka yang hendak ke Suriah tidak membawa tas atau koper pakaian seperti orang biasanya yang melakukan perjalanan jauh. "Mereka hanya membawa baju yang dipakai saja," kata dia. Penyidik menduga keberangkatan mereka ke Suriah ada yang mensponsori. "Untuk sementara yang memfasilitasi adalah MA di Cibubur," ujarnya. (Baca: Tampung Enam Terduga ISIS, Pria Ini Ikut Ditangkap)

    MA adalah singkatan dari Muhammad Amin alias Amin Mude. Amin ditangkap di rumahnya di Legenda Wisata, Cibubur, pada Sabtu pagi tadi. Di rumahnya, polisi menyita tiga buah buku tabungan atas nama Muhammad Amin dan buku yang berkaitan dengan jihad dan daulah khalifah. "MA berperan menyediakan tempat transit atau menampung enam orang ini dari Makasar sebelum ke Bandara," ujar Rikwanto. (Baca juga: Bergabung ke ISIS, 6 Orang Ini Diciduk Densus 88)

    AFRILIA SURYANIS

    Topik terhangat:

    Banjir | Natal dan Tahun Baru | 10 Tahun Tsunami | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Minta Apa pun Saya Beri, Asal Swasembada
    Reaksi Jokowi Soal Namanya yang Dicatut Gajah 
    Tanggul Lapindo Jebol, Ical Liburan ke Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.