Ahok, Fifi Lety, dan Guru Munafik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, berpose pada sesi pemotretan untuk Tokoh yang Mengubah Indonesia 2006 Majalah Tempo di Jakarta, 19 Desember 2006. dok. TEMPO/ Hendra Suhara

    Bupati Belitung Timur, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, berpose pada sesi pemotretan untuk Tokoh yang Mengubah Indonesia 2006 Majalah Tempo di Jakarta, 19 Desember 2006. dok. TEMPO/ Hendra Suhara

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan para guru merupakan tonggak perubahan untuk mencetak generasi yang lebih baik. Alasannya, guru mengemban tugas untuk menjadi teladan bagi para siswa. (Baca: Ahok Batasi Tiket Malam Tahun Baru Rp 15 Juta)

    "Kalau gurunya tak beres, bagaimana anak muridnya bisa berlaku baik? Kalau begitu, namanya munafik," kata Ahok di Lapangan Silang Selatan Monumen Nasional, saat menyampaikan sambutan dalam Apel Besar Deklarasi Sekolah Damai dan Antikorupsi, Selasa, 30 Desember 2014. (Baca: Apa Mau Ahok di Malam Tahun Baru?)

    Ahok mengisahkan adik perempuannya, Fifi Lety Tjahaja Purnama, yang pernah diputus tak naik kelas saat duduk di bangku sekolah dasar. Sebabnya, Fifi merupakan salah satu siswa yang memprovokasi kerusuhan di kelas. (Baca: Air Asia Hilang, Ahok: Laut Belitung Banyak Jin)

    Saat itu keputusan wali kelas menyatakan semua siswa yang terlibat perkelahian tidak naik kelas mengundang kemarahan ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama. Ahok berujar ayahnya marah lantaran rutin menyumbang ke sekolah. (Baca: Ahok Akan Lantik 2 Ribu Pejabat DKI)

    Sedangkan ibu Ahok, Buniarti Ningsih, justru mendukung keputusan wali kelas. Menurut ibunya, hukuman yang diberikan wali kelas itu bertujuan mendidik siswa tanpa bermaksud membinasakannya. Buniarti menganggap anak perempuannya bisa tumbuh menjadi preman jika dibiarkan terus. (Baca: Natal, Apa Kado Ahok untuk Ibunda?)

    Untuk itu, Ahok berujar perubahan bangsa dimulai dari para guru. Ahok meminta kepala sekolah dan pendidik langsung mengeluarkan siswa yang terlibat perkelahian. Tujuannya agar jatah siswa tersebut bisa dimanfaatkan oleh anak lain yang tak bersekolah. "Menghukum anak bukan berarti membinasakannya, menghukum justru karena sayang," kata Ahok. (Baca: Anak Buah Ahok Bakal Nekat Jika PLN Putuskan Listrik)

    Sebaliknya, kata Ahok, guru-guru yang gagal memberikan contoh, seperti merokok di lingkungan sekolah dan tak menjaga kebersihan, harus dihukum. "Nanti bangsa ini bisa rusak kalau guru-guru yang melanggar dibiarkan," ujar Ahok. (Baca juga: Ahok Klarifikasi Disebut Benci Orang Miskin)

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:

    AirAsia | Banjir | Natal dan Tahun Baru | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Jokowi: Papua Sangat, Sangat, Sangat Kaya, namun... 
    Akuisisi Bloomberg TV oleh Bosowa Rampung 2 Bulan
    Harga Pertamax Turun Bulan Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.